Klaster Keluarga Dominasi Penambahan Kasus Covid-19 di Kota Bogor

Dinkes Kota Bogor meyebutkan penambahan kasus Covid-19 seminggu terakhir di Februari 2022 didominasi klaster keluarga

Klaster Keluarga Dominasi Penambahan Kasus Covid-19 di Kota Bogor
Kadinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno menyebut minggu ini kasus Covid-19 naik sebanyak 117 persen.

INILAHKORAN, Bogor – Dinkes Kota Bogor meyebutkan penambahan kasus Covid-19 seminggu terakhir di Februari 2022 didominasi klaster keluarga.

Dalam semingu terakhir di bulan ini, Dinkes Kota Bogor mencatat penambahan kasus Covid-19 sebanyak 117 persen, dengan penyumbang terbanyak dari klaster keluarga.

"Total jumlah kasus positif selama pandemi Covid-19 Kota Bogor adalah 43.876 kasus positif, jumlah yang sembuh 38.268 (87,2%), meninggal 530 (1,2%), kasus aktif 5.057 (11,6%). Untuk penambahan kasus minggu ini 3.895, atau naik 117% dibandingkan minggu sebelumnya sebanyak 1.793 kasus," ungkap Kepala Dinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno.

Baca Juga: Sebentar Lagi Main, Ini Link Livestreaming Persikabo vs PSM, Hanya Bisa Disaksikan di Vidio

Retno melanjutkan, jumlah rata rata kasus harian minggu ini naik dibanding minggu lalu, dari 256 kasus menjadi 556 kasus, dengan jumlah kasus harian tertinggi 691 dan jumlah kasus harian terendah 341.

"Ada kabar baik, jumlah kasus sembuh naik 348% dibanding minggu lalu, dari 196 orang menjadi 878 orang yang sembuh. Kemudian jumlah kematian tetap dibandingkan minggu lalu yaitu 0," terangnya.

Retno memaparkan, jumlah kasus aktif (masih sakit) minggu ini naik dibanding minggu lalu dari 2.061 menjadi 5.078, minggu ini lokasi penyebaran tertinggi terjadi di keluarga 18,54%, diikuti dengan penyebaran di penginapan/asrama 4,49%, Non Kluster 1,82%, Luar Kota Bogor 1,13%, Perkantoran 0,80%.

Baca Juga: Selesaikan Tur Dunia di AS, San ATEEZ Positif Covid-19 Setelah Pulang ke Korea

"Mengingat tingginya kluster keluarga, masyarakat diingatkan kembali untuk melaksanakan Protokol Kesehatan (Prokes) ketika tiba di rumah, seperti mandi dan mengganti pakaian sebelum berinteraksi dengan keluarga, membersihkan barang-barang yang dibawa dari luar dan untuk yang baru kembali dari luar kota disarankan untuk melakukan karantina terlebih dahulu," terangnya.

Retno menambahkan, jumlah tes dan positivity rate, jumlah tes minggu ini 22.236, positivity rate minggu ini naik dibandingkan minggu lalu dari 10,05% menjadi 17,52%. Sehingga untuk kesiapan RS minggu ini terdapat penambahan Tempat Tidur (TT) Isolasi. Jumlah TT Isolasi naik dari 705 TT menjadi 854 TT. Jumlah ICU naik 51 TT menjadi 62 TT.

"Minggu ini terjadi peningkatan Bed Occupancy Rate (BOR) Rumah Sakit (RS). BOR TT Isolasi naik dari 31,4% menjadi 43,0%. BOR ICU naik dari 31,4 % menjadi 41,9%. Pasien yang dirawat di RS Kota Bogor berasal dari Kota Bogor 50,4 %, dari Kabupaten Bogor 34,3 % dan dari kota lain 15,3 %. BOR Pusat Isolasi di BPKP Ciawi naik dari minggu lalu dari 45% menjadi 57%," tambahnya.

Baca Juga: Vonis Herry Wirawan Penjara Seumur Hidup, Begini Reaksi Sang Guru Kasus Rudapaksa 13 Santri

Retno menegaskan, upaya pengendalian BOR RS terus dilakukan dengan mengkonversi ruang perawatan biasa menjadi ruang isolasi. Pasien yang dirawat di RS hanya yang bergejala sedang dan berat. Sedangkan pasien dengan gejala ringan atau tanpa gejala dapat melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Jika rumahnya tidak memungkinkan untuk isoman, dapat dirawat di pusat isolasi BPKP Ciawi," pungkasnya. (Rizki Mauludi)


Editor : inilahkoran