Kolaborasi Antara Kesehatan dan Lingkungan
UKM Mapala Cantigi Mamoru STABA Bandung hadir sebagai wadah bagi mahasiswa yang memiliki hobi di dunia kepecintaalaman. Sebagai kampus kesehatan, UKM ini berusaha untuk mengkolabirasikan antara kesehatan dan lingkungan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - UKM Mapala Cantigi Mamoru STABA Bandung hadir sebagai wadah bagi mahasiswa yang memiliki hobi di dunia kepecintaalaman. Sebagai kampus kesehatan, UKM ini berusaha untuk mengkolabirasikan antara kesehatan dan lingkungan.
Mapala Cantigi Mamoru Sekolah Tinggi Analis Bakti Asih (STABA) Bandung, sebagai salah satu wadah untuk mahasiswa yang memiliki jiwa pencinta alam dan sosial kemanusiaan.
"Karena kita ini mahasiswa yang konsen di bidang kesehatan, maka kita ingin mengkolaborasikan antara kesehatan dan lingkungan. Kita ingin buat produk dari tumbuhan itu di alam. Itu sih tujuannya," kata Ketua UKM Mapala Cantigi Mamoru Sigit kepada INILAHKORAN, Senin (27/1/2020).
Dia mengatakan, sebagai UKM yang fokus pada bidang kepecintaalaman, Mapala Cantigi Mamoru STABA Bandung kerap melakukan berbagai macam kegiatan yang sangat menarik. Selain pendakian, ada pula kegiatan diklatsar, gerakan pungut sampah (GPS), hingga bakti sosial (Baksos).
Sebagai contoh dia menyebutkan, diklatsar misalnya. Kegiatan ini merupakan sebuah proses perekrutan bagi anggota baru. Dalam kegiatan ini, ada dua materi yang sampaikan, teori dan praktik. Kegiatan teori, mahasiswa belajar tentang teori alam terbuka, sementara praktik, mahasiswa mengaplikasikan dari teori tersebut.
Sementara untuk kegiatan GPS lanjut dia, mahasiswa melaksanakan kegiatan sosial di berbagai tempat dan berkolaborasi dengan pihak luar.
"Kalau baksos, bila ada bencana alam, kita berusaha untuk terjun ke lapangan untuk membantu. Kalau dibutuhkan secara fisik, kuta langsung datang dan menggalang dana. Terakhir yang kita lakukan di Cicaheun waktu ada banjir bandang kemaren," papar Sigit.
Sebagai UKM yang fokus di bidang kepecintaalaman kata dia, Mapala Cantigi Mamoru STABA kerap melakukan pendakian. Beberapa tempat yang pernah disinggahi adalah, gunung gede, cikurai dan papandayan.
"Yang ingin kita berikan kepada mahasiswa di UKM ini adalah, ketika mereka lukus nanti, minimal mereka punya jejak lah di kampus. Misalnya mereka kurang di kuliahnya, nah setidaknya mereka punya jejaknya di UKM ini," imbuh Sigit.
Dia menilai, keberadaan Mapala dilingkungan kampusnya menjadi daya tarik sendiri bagi sejumlah mahasiswanya. Ini terlihat dari jumlah anggota yang setiap tahunnya selalu menadapat respon yang cukup baik dari mahasiswa.
"Alhamdulillah cukup baik, karena di sini kita bisa mendapatkan ilmu diluar kampus. Sebenernya sih lebih ke arah mental dan fisik," ucapnya.
Dia berharap, keberadaam Mapala Cantigi Mamoru di kampus STABA bisa bermanfaat bagi seluruh mahasiswa yang mengikutinya. Selainbitu, bisa membantu warga Indonesia agar mereka sadar akan kondisi alamnya. "Semoga alamnya bisa terus dijaga dengan baik," tambahnya. (Okky Adiana)
Editor : Doni Ramdhani

