Komitmen Pengurangan Sampah di Bandung Raya Meleset, Sebulan Hanya Berkurang 42 Ritase

Komitmen pengurangan sampah di Bandung Raya meleset, tidak berjalan maksimal karena setelah sebulan pasca menyatakan kesanggupan, nyatanya hanya berkurang 42 ritase.

Komitmen Pengurangan Sampah di Bandung Raya Meleset, Sebulan Hanya Berkurang 42 Ritase
Komitmen Pengurangan Sampah di Bandung Raya Meleset, Sebulan Hanya Berkurang 42 Ritase

INILAHKORAN, Bandung – Komitmen Pengurangan Sampah di Bandung Raya meleset, tidak berjalan maksimal karena setelah sebulan pasca menyatakan kesanggupan, nyatanya hanya berkurang 42 Ritase.

Permintaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, supaya kota/kabupaten Bandung Raya mengurangi sampah, yakni Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung dan Bandung Barat supaya tidak semakin memberatkan TPAS Sarimukti tidak maksimal.

Target pengurangan sampah dari Pemprov Jabar pada Bandung Raya, yakni dari 267 ritase ke 214 atau 1.750 ton perhari tidak sesuai harapan.

Nyatanya, hingga hari ini pengurangan hanya terjadi sekitar 42 rit, itu pun baru dari Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung.

Sementara Kota Bandung dan Bandung Barat malah bertambah, dari 170 naik menjadi 180 rit dan Kabupaten Bandung Barat, dari 20 naik menjadi 25 rit per hari.

"Pengurangannya sudah ada yang berkurang dari Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung, semuanya ada 42 rit selama satu bulan," ujar Bey Machmudin usai rapat pimpinan di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa 29 Oktober 2024.

Dia mengaku bakal menggelar pertemuan dalam waktu dekat, dengan kepala daerah dari empat Kabupaten/Kota di Bandung Raya untuk membahas masalah sampah.

"Ya, mereka minta satu minggu lagi untuk mengurangi sampah. Pak Wali Kota janji sesuai dengan keinginan kita, untuk mengurangi sampah," katanya.

"Tapi, kami tidak mau mengurangi ritase itu, sampahnya malah ditinggalkan tempat (TPA) jangan seperti itu. Jadi betul-betul pengurangannya," tambahnya.

Selain itu, Bey Machmudin mendorong kepada masyarakat untuk aktif melakukan pemilihan sampah sejak dari rumah, terutama sampah organik.

"Untuk sampah ini, kami berusaha keras agar tidak terjadi penumpukan, kami minta masyarakat bersama-sama mengurangi sampah dari hulu. Jadi coba kita mengurangi sampah dari rumah, itu baru bisa berhasil. Jangan ingin dari hilir gitu," tandasnya.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan