Banjir Mengintai Bandung Raya, Erwan Setiawan Desak Pemda Perkuat Mitigasi
Ancaman banjir kembali membayangi kawasan Bandung Raya seiring mulai masuknya musim hujan. Pemerintahan daerah diminta tidak lengah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Ancaman banjir kembali membayangi kawasan Bandung Raya seiring mulai masuknya musim hujan. Pemerintahan daerah diminta tidak lengah dan segera memperkuat langkah mitigasi, terutama di wilayah yang selama ini menjadi langganan genangan maupun luapan sungai.
Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan mengingatkan, antisipasi harus dilakukan sejak awal musim hujan. Pemetaan titik rawan banjir, kesiapan personel, hingga koordinasi lintas pemerintahan dinilai penting agar hujan dengan intensitas tinggi tidak berkembang menjadi bencana yang merugikan masyarakat.
Peringatan tersebut menyusul hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Bandung Raya dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, genangan dan banjir dilaporkan muncul di sejumlah titik, salah satunya kawasan Cibaduyut, Kota Bandung.
Erwan mengatakan, pemerintah bersama masyarakat semestinya sudah mulai mengidentifikasi kawasan yang memiliki riwayat banjir. Langkah tersebut diperlukan, agar penanganan tidak hanya bersifat reaktif ketika air telanjur menggenangi permukiman dan jalan.
"Ya, ini sebenarnya harus kita antisipasi dari sebelumnya. Ketika kemarin sudah mulai awal hujan itu, pemerintah dengan masyarakat, kita antisipasi titik-titik mana saja yang sudah terbiasa dengan banjir," ujar Erwan di Kota Bandung, Jumat (30/10/2026).
Dia menyoroti sejumlah kawasan di Kabupaten Bandung yang memiliki kerawanan banjir berulang, terutama Bojongsoang, Baleendah, dan Dayeuhkolot.
Menurut Erwan, kawasan tersebut harus menjadi perhatian dalam penyusunan langkah mitigasi. Pemerintah daerah perlu memastikan upaya pencegahan dilakukan lebih awal untuk menekan risiko kerugian, baik terhadap keselamatan warga maupun harta benda.
"Di Kabupaten Bandung yang justru titik banjir utamanya di Bojongsoang, Baleendah, Dayeuhkolot, itu sudah menjadi titik. Nah, itu harus kita antisipasi dari sekarang di mana saja dan bagaimana kita mitigasi bencana ini supaya tidak terjadi bencana banjir yang bisa merugikan, baik itu diri pribadi maupun harta benda," tuturnya.
Merujuk Dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bandung 2025, tercatat sejumlah wilayah memiliki risiko banjir tinggi, termasuk Baleendah, Bojongsoang, dan Dayeuhkolot. Kondisi geografis Cekungan Bandung, persoalan alih fungsi lahan di kawasan hulu Sungai Citarum, serta gangguan jaringan irigasi dan drainase menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi kerawanan banjir.
Erwan memastikan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama pemerintah kabupaten dan kota telah menyiapkan langkah antisipasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di masing-masing wilayah.
"Ya, insyaallah pemerintah provinsi, pemerintah kota/kabupaten sudah menyiapkan itu melalui BPBD masing-masing daerah," katanya.
Editor : Doni Ramdhani

