Transjakarta Mau Sampai Kota Bandung? Farhan Ungkap Moda Transportasi yang Tersedia

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai, rencana layanan Transjakarta yang menghubungkan Blok M, Jakarta Selatan hingga Kota Bandung belum diperlukan. 

Transjakarta Mau Sampai Kota Bandung? Farhan Ungkap Moda Transportasi yang Tersedia
Transportasi Jakarta-Kota Bandung yang telah dilayani bus, travel dan kereta cepat Whoosh. (ilustrasi)

INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai, rencana layanan Transjakarta yang menghubungkan Blok M, Jakarta Selatan hingga Kota Bandung belum diperlukan. 

Pasalnya, konektivitas transportasi Jakarta-Bandung sudah didukung berbagai pilihan angkutan, mulai dari bus antarkota, travel hingga kereta cepat Whoosh.

Dia menyampaikan, masyarakat sudah memiliki banyak alternatif transportasi sesuai kebutuhan dan kenyamanan perjalanan. Karena itu, penambahan layanan Transjakarta hingga Kota Bandung dinilai bukan kebutuhan mendesak.

“Rasanya tidak perlu. Sebab perjalanan Jakarta-Bandung sudah dilayani angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP),” kata Farhan, Jumat (30/10/2026).

Menurutnya, perjalanan menggunakan bus sudah didukung akses tol MBZ dan Tol Jakarta-Cikampek. Selain itu, kehadiran tol Jakarta-Cikampek II atau Japek 2 diperkirakan semakin mempercepat mobilitas masyarakat dari Jakarta menuju Kota Bandung.

“Kalau Japek 2 sudah beroperasi, jarak tempuh Jakarta-Bandung bisa kurang dari satu jam. Kalau ingin perjalanan lebih nyaman, masyarakat bisa menggunakan travel. Kalau ingin lebih nyaman lagi, bisa menggunakan Whoosh,” ucapnya.

Farhan menilai, beragam pilihan transportasi yang tersedia saat ini sudah cukup memadai dalam melayani mobilitas masyarakat kedua wilayah. Pihaknya juga optimistis peningkatan infrastruktur jalan tol, akan memberikan dampak besar terhadap konektivitas Jakarta-Bandung.

“Kami tinggal menunggu Japek 2. Kalau Japek 2 selesai, dampaknya akan luar biasa,” ujar dia.

Terkait pernyataan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengenai kemungkinan memperpanjang layanan Transjakarta hingga Kota Bandung, dia menganggap hal itu sebatas candaan. Dirinya sudah lama mengenal Pramono melalui kegiatan bersepeda.

“Bagi saya, pernyataan Mas Pram itu merupakan bentuk candaan. Maklum, saya dan Mas Pram sudah berteman sejak lama melalui kegiatan bersepeda,” tuturnya.

Farhan bahkan menanggapi wacana itu dengan nada berseloroh. Jika Pramono benar-benar ingin membawa layanan transportasi Jakarta ke Bandung, pihaknya menyarankan agar MRT sekaligus dihadirkan.

“Kalau Mas Pram memang ingin mengirim Transjakarta ke Bandung, sekalian saja MRT-nya juga dibawa ke sini,” pungkas dia.


Editor : Doni Ramdhani