Komposisi Yang Dinanti

PERLAHAN tapi pasti, skuat Persib Bandung mulai komplet. Pelatih Igor Tolic kian optimistis menantap setiap tantangan.

Komposisi Yang Dinanti
INILAH/ADAM HUSEIN

Oleh : Muhammad Ginanjar

Ada gurat kelegaan yang tidak bisa disembunyikan dari wajah Igor saat berdiri di pinggir lapangan pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Selasa (29/9) pagi WIB.

Bagi seorang pelatih, melihat satu per satu anak asuhnya bangkit dari meja perawatan dan kembali merumput adalah sebuah kemewahan yang sudah lama dinanti.

Setelah sekian lama diterpa badai cedera, aroma optimisme kini kembali menyeruak. Skuat Pangeran Biru perlahan mulai komplet. Namanama seperti Luciano Guaycochea, Danijel Loncar, Sandy Walsh, hingga Gakuto Notsuda yang sebelumnya harus menepi karena balutan cedera, kini sudah tampak memeras keringat bersama rekan-rekan setimnya.

“Baru kali ini kami bisa menjalani beberapa sesi latihan bersama secara lengkap. Hanya Ragnar dan Thom Haye yang belum bergabung,” ujar Igor dengan nada suara yang jauh lebih ringan.

Absennya Ragnar Oratmangoen dan Thom Haye tentu bukan karena ruang medis. Keduanya tengah mengemban tugas negara, bertarung membela panji Timnas Indonesia di ajang FIFA ASEAN Cup 2026 yang baru akan rampung pada 5 Oktober mendatang.

“Kami masih menunggu mereka kembali,” tambah pelatih asal Kroasia tersebut, membayangkan bagaimana dahsyatnya kekuatan Persib jika dua pilar tersebut sudah kembali ke pelukannya.

Beruntung, sang waktu sedang ramah kepada Persib. Laga pembuka ASEAN Club Championship (ACC) Shopee Cup 2026/2027 kontra Port FC baru akan digelar pada 8 Oktober 2026. Artinya, Igor punya napas yang cukup panjang untuk meramu strategi terbaiknya.

“Kami punya sekitar 7 sampai 8 sesi latihan bersama ke depan. Kami akan terus berkembang,” ucapnya optimistis.

Menariknya, Igor menolak bersikap jemawa meski timnya sedang dalam tren positif usai menyapu bersih dua laga tandang terakhir dengan kemenangan— menundukkan FC Seoul 1-0 di Korea Selatan pada ajang ACL Two dan membungkam Persijap 2-1 di Jepara.

Bagi Igor, sepak bola bukan sekadar tentang skor akhir, melainkan proses pendewasaan sebuah klub secara menyeluruh. Ia tidak ingin berlindung di balik kata “butuh waktu” saat tim terpuruk, karena baginya, proses evaluasi terbaik justru dilakukan saat tim sedang berada di atas.

“Saya tidak meminta waktu karena kami sedang kalah. Tidak, kami ini sedang menang. Klub ini sedang berada di jalur kemenangan. Kita menang dan terus mengembangkan klub ini di segala aspek.

Memang belum sempurna, tapi oke, itu tidak masalah,” tegas Igor.

Sebelumnya, Igor dengan tegas menyatakan pantang mengeluh dalam menangani tim berjulukan Maung Bandung ini.

Dia menunjukan kebanggaan lantaran sudah mempersembahkan 10 kemenangan, satu kali imbang dan satu kali kalah dari 12 pertandingan yang telah dijalani Persib sejak pramusim.

“Ini dicapai saat kita menghadapi banyak kendala di pramusim tanpa separuh kekuatan tim,” ujarnya.

Pelatih berusia 49 tahun ini pun sudah berupaya untuk melakukan rotasi dan menempatkan beberapa pemain di beberapa posisi lain.

“Di pramusim, (Uilliam) Barros bermain sebagai penyerang sayap, tahu kenapa? Karena pemain sayap kami dipanggil tim nasional. Lucho (Luciano Guaycochea) cedera karena harus bermain di banyak laga. Gakuto cedera, tapi kita berhasil mengatasinya.

Kami tidak mengeluh,” katanya.

Igor pantang mengeluh meski di Piala Presiden, Persib harus bermain di Bali dan bermain di AFC Champions League (ACL) Two serta bertanding di Jepara pada gelaran Super League “Tanpa mengeluh dan kita melakukan rotasi, mencoba yang terbaik dan permainannya tidak selalu yang terbaik. Kami bukan Barcelona. Mungkin kita bisa mengalahkan Barcelona dalam tiga bulan ke depan, ya?.

Atau mungkin tidak akan pernah, karena Barcelona adalah Barcelona. Kita adalah Persib, jadi kita punya level kita sendiri, pemain kita sendiri,” tuturnya.

Dengan alasan itu, Igor merasa mengeluh bukan sebuah jawaban untuk mengatasi segala permasalahan. Apalagi jumlah kemenangan Persib sangat banyak.

“Kami menang, tapi kami mengeluh, kritik itu boleh saja, tapi jangan kritik pemainnya, mereka sudah berusaha keras,” tegasnya. (bsf)


Editor : Inilahkoran