Kondisi Gunung Anak Krakatau Melandai, PVMBG Jamin Keamanan Objek Wisata Pantai Anyer
PVMBG dan Pemkab Serang memastikan kondisi Gunung Anak Krakatau saat ini melandai dan menjamin keamanan objek wisata Pantai Anyer dan Cinangka
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Meskipun Gunung Anak Krakatau (GAK) berstatus siaga atau level III, Pemkab Serang dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan keamanan di destinasi wisata Pantai Anyer dan Cinangka.
Jaminan keamanan bagi para pengunjung di kedua wisata pantai tersebut dipastikan setelah PVMBG menyebutkan jika kondisi Gunung Anak Krakatau melandai dan dinyatakan aman.
"Kami mengajak wisatawan, baik lokal maupun luar daerah, untuk tidak khawatir menghabiskan libur sekolah bersama keluarga di pesisir Serang," kata Wakil Bupati (Wabup) Serang Muhammad Najib Hamas melalui keterangannya sebagaimana dikutip dari Antara, Senin (6/7/2026).
Dia pun telah meninjau ke pos pengamanatan GAK di PVMBG di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang. Terkait adanya video di media sosial yang menyatakan gunung berapi tersebut erupsi itu tidak benar.
Jaminan pun diperkuat dengan pernyataan dari petugas Pos Pengamatan GAK Deny Mardiono.
"Radius bahaya berada dalam jarak tiga kilometer dari pusat erupsi. Sementara untuk Pantai Anyer, Cinangka, dan Carita itu jaraknya kurang lebih 42 kilometer. Jadi material vulkanik tidak akan sampai ke sana," ucap Deny.
Terkait sebaran abu vulkanik, Deny menyebut hal itu bergantung pada arah angin. Berdasarkan pantauan visual CCTV, saat ini hanya terlihat kepulan asap putih setinggi lima hingga 10 meter. Ia juga menegaskan Badan Geologi telah mengeluarkan surat resmi untuk membantah hoaks erupsi yang beredar.
Pihak PVMBG memastikan akan terus memantau dan memperbarui laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau setiap enam jam. Pelaku pariwisata dan masyarakat dapat mengakses informasi tersebut secara mandiri melalui aplikasi Magma Indonesia atau situs web resmi PVMBG.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu bohong, dan selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun BPBD agar informasi yang diterima benar dan akurat," pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

