Citra Satelit Tunjukkan Ada Dua Pulau Baru Dekat Gunung Anak Krakatau
Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, saat ini memunculkan dua daratan pulau baru.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INLAHKORAN.ID - Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, saat ini memunculkan dua daratan pulau baru.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM Rita Susilawati mengatakan, perluasan pualu baru itu terdeteksi dari evaluasi citra satelit Sentinel.
"Terlihat penambahan daratan pada tubuh Gunung Anak Krakatau di sektor barat laut, barat, dan barat daya sebagai akibat pengendapan material piroklastik dan aliran lava hasil erupsi menerus. Badan Geologi menghitung penambahan luasan sebesar 32,8 hektare," kata Rita, Kamis (22/9/2026).
Selain bertambah luas, citra satelit juga menangkap adanya dua gumuk pulau kecil yang baru terbentuk di sebelah barat laut dan tenggara Anak Krakatau.
Rita menjelaskan, interpretasi sementara menunjukkan bahwa daratan baru tersebut terbentuk dari magma encer yang keluar selama erupsi 25 jam. Magma tersebut mencari jalan keluar melalui rekahan baru.
"Magma encer yang keluar pada saat erupsi menerus mencapai permukaan melalui jalur bukaan yang memanjang dari barat laut ke tenggara, sehingga material erupsi membentuk daratan di lokasi lain yang terlihat dalam bentuk dua gumuk seperti pulau," jelasnya.
Meski demikian, Rita menegaskan hal ini masih merupakan interpretasi awal. PVMBG akan menerjunkan tim untuk memastikan kondisi di lokasi.
"Badan Geologi akan mencocokkan citra satelit sebelum dan sesudah erupsi serta melakukan verifikasi lapangan," ujar Rita.
Lebih lanjut, Rita mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap tenang. Saat ini, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada level Waspada.
"Rekomendasi wilayah bahaya pada radius 2 km dari pusat erupsi. Untuk keselamatan, masyarakat juga diimbau untuk tidak mendekat pada radius 1 km dari lokasi kedua gumuk pulau yang terlihat di dekat Gunung Anak Krakatau," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani

