INILAHKORAN, Bandung - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat akhirnya mengumumkan secara resmi pemenang sayembara desain Trophy Sport Jabar di Gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Kamis, 31 Maret 2022.
Pemenang diraih atas nama Gabriel Aries. Pria asal Kota Cimahi mengalahkan 135 orang yang turut serta mengikuti sayembara desain Trophy Sport Jabar yang dibuka sejak Januari 2022 lalu.
Gabriel Aries berhak mendapatkan penghargaan berupa uang tunai sebesar Rp20 juta. Sementara juara dua diraih Raka Wiratama asal Kota Bandung dengan mendapatkan uang tunai Rp5 juta dan juara tiga diraih Andrea Isa asal Kota Bandung yang mendapatkan uang tunai Rp2 juta.
Ketua Umum KONI Jabar, Ahmad Saefudin menyatakan kepuasannya dengan desain yang dibuat oleh para peserta. Apalagi dengan pemenang dari sayembara desain Trophy Sport Jabar ini.
"Yang pertama, kalau dilihat dari fenomena bentuk dari yang tadi menang itu, saya sudah buka dimana-mana, di browsing itu tidak menemukan. Berarti ini adalah sebuah karya yang luar biasa, karya baru. Kedua, pemaknaan di dalamnya cukup luar biasa, yang selaras, sejalan dengan keinginan-keinginan yang sudah disampaikan," ungkap Ahmad Saefudin usai pemberian penghargaan.
Untuk penggunaannya, Ahmad Saefudin berencana akan melakukan kolaborasi dengan terbuka yang memiliki keahlian tertentu. Sehingga trophy tersebut benar-benar pantas dan layak untuk diserahkan kepada orang tertentu tersebut.
"Siapapun orangnya, tidak mengenal siapa, darimana, berbuat apa, tapi intinya berkontribusi di luar panggilan tugas untuk kemajuan prestasi olahraga Jabar. Periodesasinya tidak tergantung mau sebulan, dua bulan, mau satu tahun, atau mau lebih dua sampai tiga tahun itu tidak masalah. Pada ditemukan orang-orang tertentu yang memiliki indikasi ukuran seperti itu, maka diberikan lah pemberian itu. Tidak lebih diberikan kepada satu orang, hanya satu orang. Untuk saat ini saya merasionalisasikan seperti itu," jelasnya.
Ahmad Saefudin juga berencana setelah Hari Raya Idul Fitri, akan mengundang para budayawan serta 13 finalis dari sayembara desain Trophy Sport Jabar untuk kolaborasi. Seperti bagaimana budayawan memandang olahraga dan mengkampanyekan keolahragaan itu sebagai nilai-nilai peradaban di kehidupan.
"Melalui budayawan lah mungkin suatu saat nanti perilaku-perilaku kita khususnya olahraga ini akan beda dengan masyarakat pada umumnya. Ini pintu masuk untuk kita lakukan," tuturnya.
Karena itu, Ahmad Saefudin berkeinginan trophy ini bisa didapatkan dengan cara tidak mudah. Artinya, hanya orang-orang tertentu yang memiliki kontribusi terhadap keolahragaan prestasi bagi Jabar.
"Saya maunya itu ada filosofi orang-orang yang menguasai bagaimana tata cara memanajemen pembinaan latihan yang seharusnya dilakukan oleh orang-orang yang memang ada di Jabar sebagai pelopor olahraga, termasuk di dalamnya sarana pendukung yang ada dan hadir untuk betul-betul mementaskan perilaku atlet kita yang terbaik dari semua pihak dan menang," katanya.
Disisi lain, Gabriel Aries yang merupakan pemenang dari sayembara desain Trophy Sport Jabar ini mengatakan pemilihan desain yang dilakukan hanya berdasarkan keinginannya untuk membuat trophy lebih modern.
"Tanpa mengurangi rasa hormat ke visual yang seperti biasa, seperti kujang dan lainnya, saya pikir Jabar harus bisa melihat, lebih maju ke depan, supaya juga go internasional karena kan memang spiritnya Jabar Kahiji. Buat saya Kahiji nya itu bukan untuk Indonesia, tapi ke ranah internasional," kata Gabriel Aries.
Gabriel Aries mengaku mendapatkan inspirasi dari Tri tangtu yang ada dalam budaya sunda. Bahwa dunia itu ada yang di atas, menengah dan bawah.
"Kalau dilihat dari desainnya, lebih banyak bentuk-bentuk yang ergonomis berputar. Terus kalau dilihat akarnya ada tiga, spiritnya lebih bagaimana olahraga bisa dilihat dari sudut pandang organisasi. KONI sendiri sebuah organisasi, bahwa olahraga itu tidak akan tercapai tujuannya kalau tidak dibangun dari organisasi yang mantap. Semua aspek harus saling mendukung, bukan cuma atletnya, tapi ada unsur pelatih, manejemen dan lainnya, banyak kan unsurnya," pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)***