Kopamas Klaim Angkot Listrik Tetap Bisa Bersaing dengan Transportasi Online

Armada berupa angkot listrik disiapkan Kopamas untuk menghidupkan kembali trayek Cibogo-Husein

Kopamas Klaim Angkot Listrik Tetap Bisa Bersaing dengan Transportasi Online
Ketua Kopamas Kota Bandung, Budi Kurnia saat menjelaskan kesiapan armada listrik untuk layanan angkutan umum.

INILAHKORAN.ID - Kopamas Kota Bandung optimistis, angkutan kota berbasis kendaraan listrik masih memiliki peluang bersaing di tengah maraknya layanan transportasi online. 

Efisiensi biaya dan tarif yang lebih terjangkau, menjadi alasan utama layanan angkot listrik kembali dikembangkan.

Ketua Kopamas Kota Bandung, Budi Kurnia menyampaikan, perubahan konsep angkot menjadi lebih modern menjadi langkah penting agar transportasi umum tetap diminati masyarakat.

“Kami masih bisa bersaing dengan online. Online itu mahal, sedangkan kami menawarkan layanan yang lebih murah. Makanya slogan kami adalah transformasi, kami terus beradaptasi,” kata Budi Kurnia, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, penggunaan kendaraan listrik menjadi salah satu bentuk transformasi yang dilakukan Kopamas. Meski biaya investasi awal lebih tinggi, kendaraan listrik dinilai lebih menguntungkan untuk operasional jangka panjang.

“Investasinya memang lebih mahal dibanding mobil biasa. Tetapi kondisi usaha kami sekarang, membuat kendaraan listrik menjadi opsi utama karena biaya operasionalnya lebih hemat,” ucapnya.

Dia menyebut, kendaraan listrik mampu mengurangi pengeluaran harian operator angkot secara signifikan. Dengan jarak tempuh yang cukup jauh, biaya pengisian daya kendaraan listrik dinilai lebih rendah dibandingkan pembelian bahan bakar kendaraan konvensional.

Selain hemat energi, Kopamas juga menyiapkan perubahan dalam sistem pelayanan. Pembayaran akan diarahkan menggunakan sistem digital, dan jadwal perjalanan akan dibuat lebih teratur.

“Dari sisi pembayaran dan penjadwalan akan kami tingkatkan. Headway harus terjaga, kendaraan tidak boleh ngetem, sehingga layanan menjadi lebih tertib,” ujar dia.

Budi menambahkan, kendaraan listrik yang digunakan akan memberikan pengalaman berbeda bagi penumpang karena memiliki tingkat kenyamanan lebih tinggi. “Yang pasti lebih nyaman. Kendaraan ber AC, ada Wi-Fi, tidak berisik dan tidak banyak getaran,” jelasnya.

Dalam pengoperasiannya, Kopamas tetap mengikuti trayek resmi yang telah ditetapkan pemerintah. Salah satu rute yang kembali disiapkan adalah jalur Cibogo Atas Halte Andir yang bersinggungan dengan kawasan Bandara Husein Sastranegara.

Budi menegaskan, angkot tidak dapat mengubah jalur secara sembarangan meskipun terdapat kendala operasional di lapangan. “Angkot keluar dari rutenya saja sudah salah. Trayek kami sudah tercatat dan ditentukan. Tidak bisa semudah itu dialihkan,” ujar dia.

Sebelumnya, trayek tersebut berhenti beroperasi selama beberapa tahun akibat penutupan akses menuju kawasan bandara. Selama masa tersebut, sebagian pengemudi dialihkan ke trayek lain.

“Sebagian sopir kami alihkan menjadi sopir cadangan di trayek lain seperti Sarijadi dan Cimindi,” tandasnya.


Editor : Ahmad Sayuti