Angkot Listrik, Upaya Kembalikan Kepercayaan Publik pada Transportasi Umum
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah menyiapkan langkah besar, dalam transformasi transportasi publik melalui pengembangan angkutan kota berbasis listrik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah menyiapkan langkah besar, dalam transformasi transportasi publik melalui pengembangan angkutan kota berbasis listrik. Program, menjadi salah satu fokus investasi baru daerah yang diharapkan mampu mengubah kebiasaan masyarakat dalam menggunakan transportasi umum.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, pengembangan Angkot Listrik merupakan upaya menghadirkan kembali transportasi publik yang lebih menarik, nyaman dan relevan dengan kebutuhan warga saat ini. Perubahan itu tidak hanya menyentuh aspek teknologi, tetapi juga pengalaman pengguna.
“Yang paling menarik saat ini memang Angkot Listrik. Kita ingin masyarakat kembali percaya dan mau menggunakan transportasi umum. Karena itu, tampilannya harus lebih modern, nyaman dan ramah lingkungan,” kata Farhan, Jumat (19/6/2026).
Dia menilai, salah satu tantangan utama transportasi publik di Kota Bandung adalah menurunnya minat masyarakat terhadap angkutan kota konvensional. Kondisi tersebut, membuat pemerintah perlu melakukan inovasi agar angkot kembali menjadi pilihan utama mobilitas warga.
Menurut Farhan, pembaruan yang dilakukan tidak cukup hanya pada sistem operasional. Tetapi juga pada desain kendaraan dan kualitas layanan secara keseluruhan. Hal itu dianggap penting membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap transportasi umum.
“Kita tidak hanya mengubah cara kerjanya, tetapi juga bagaimana kendaraan itu tampil di jalan. Harus lebih menarik supaya orang merasa nyaman dan percaya untuk naik angkutan umum lagi,” ucapnya.
Sambung dia, program Angkot Listrik akan dijalankan melalui kolaborasi antara Pemkot Bandung, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan pihak swasta sebagai investor. Skema kerja sama, diharapkan dapat mempercepat implementasi tanpa sepenuhnya membebani anggaran daerah.
Farhan menjelaskan, pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam mewujudkan sistem transportasi yang lebih modern. Pemerintah berperan dalam regulasi dan arah kebijakan, sementara sektor swasta terlibat dalam penyediaan teknologi dan pembiayaan.
“Kita ingin menunjukkan dulu model angkot yang baru di Bandung. Kalau masyarakat sudah merasakan kenyamanan dan perbedaannya, maka penggunaan transportasi umum akan meningkat dengan sendirinya,” ujar dia.
Selain meningkatkan kenyamanan, kehadiran Angkot Listrik juga diharapkan dapat mendukung upaya pengurangan emisi dan menciptakan lingkungan kota yang lebih bersih. Transformasi ini menjadi bagian dari visi Bandung menuju kota yang lebih ramah lingkungan.***
Editor : JakaPermana


