INILAH, Bandung-Jika badan hukum Perseroan Terbatas (PT) mengurusi segala kebutuhan tim Persib Bandung, lantas wadah apa yang mengurus eksistensi bobotoh?
Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar memfasilitasi pendukung tim Maung Bandung ini dengan nama Koperasi Bobotoh Juara Bersama.
"Ini sejarah. Saya memfasilitasi pembentukan koperasi ini dari interaksi yang cukup lama. Namanya Koperasi Bobotoh Juara Bersama," ujar Iwa.
Kantor Koperasi Bobotoh Juara Bersama ini, kata dia, berada di Jalan Belimbing No 18, Kota Bandung. Adapun Iwa sendiri menjabat sebagai ketua dalam susunan kepengurusannya. Sedangkan Manajer Persib Umuh Muchtar menjabat posisi wakil ketua. Sekretaris diisi oleh Asep Abdul (Bomber) dan Heru Joko (Viking) sebagai wakil sekretaris. Sementara presenter kondang M Farhan terlibat sebagai bendahara.
Setidaknya ada 33 orang pendiri koperasi ini 16 diantaranya merupakan anggota Polri yang dikenal dilingkungan bobotoh. Koperasi ini, lanjut dia, akan bergerak di bidang perdagangan umum, penyedia jasa dan usaha simpan pinjam (USP).
"Potensi anggota yang bisa terserap, Viking itu anggotanya 2,2 juta orang dan Bomber 25 ribu orang," ungkapnya.
Rencananya, koperasi itu bakal diluncurkan dalam waktu dekat, sembari menunggu proses administrasi dari Kemenkumham.
"Alhamdulillah pokok pendirian koperasi sudah tuntas dan sepakat. Dengan demikian sekarang sedang diproses lebih lanjut untuk didaftarkan ke Kemenkumham. Sehingga koperasi ini bisa langsung berbadan hukum," papar Iwa.
Salah satu tujuannya, yakni mendongkarak peran bobotoh dalam manajemen. Dimana nantinya bukan tak mungkin melakukan pembelian saham tim.
"Koperasi bobotoh ini diharapkan jadi pemegang saham di PT Persib Bandung Bermartabat dan manajemen sudah membuka ruang agar koperasi ini bisa punya saham. Jadi bobotoh jadi bagian dari pemilik Persib itu cita-cita ke depan," ungkap Iwa.
Sementara itu Ketua Harian Bomber Agus Setia mengatakan, rencana pembelian saham Persib adalah upaya memperkuat keterlibatan suporter dalam ranah yang lebih tinggi.
"Tujuan awal kita karena arahan Pak Sekda beliau mengarahkan keluhan bobotoh apa ada tiket dan keganjilan dan sebagainya. Akhirnya kita berusaha bentuk koperasi. Jarak jauhnya jika koperasi sukses dan ada manfaat kenapa tidak membeli saham Persib," ujar Agus.
"Kalau beli saham, akan ada suatu terobosan kita akan jadi bagian manajemen dan punya suara lebih. Akan lebih signifikan suara kita dan rasa memilikinya makin tinggi," tambahnya.
Adapun Ketua Viking Persib Club (VPC) Heru Joko mengatakan, anggota koperasi nantinya tak terbatas dari organisasi bobotoh manapun. Mengingat gagasan ini terbentuk oleh seluruh organisasi suporter Persib. Itu artinya,
"Pokoknya untuk semua yang berjiwa bobotoh saja. Ini bukan ngomong organisasi," ungkap Heru.
Menurut dia, ide pembentukan koperasi ini sudah terbesit sejak dua tahun terakhir. Mengingat jumlah pendukung Persib yang sangat banyak, Heru bersama sejumlah pentolan organsisasi suporter lainnya meminta pendampingan dari Pemprov Jabar dan para petinggi Persib.
"Arahnya kemandirian bobotoh, meningkatkan kesejahteraan bobotoh dan silaturahmi. Berharapnya sudah lama, karena kita butuh untuk kemajuan bobotoh. Sudah dua tahun lalu lah. Kita juga lihat ada PT PBB kan bagus (mendukung), kita juga ingin bobotoh lebih bagus dan ditunjang pemerintah," tuturnya.