Korban Pelecehan Tegaskan Jisoo BLACKPINK Tidak Bersalah Atas Kesalahan Kakaknya
Korban menyebutkan bahwa Jisoo BLACKPINK dan keluarganya tidak bersalah atas skandal pelecehan yanh dilakukan kakak laki-lakinya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Nama Jisoo BLACKPINK kini harus terbawa dalam skandal kotor pelecehan seksual dan KDRT yanh dilakukan kakak laki-lakinya.
Akibat skandal pelecehan tersebut, Jisoo BLACKPINK harus menghadapi kritik pedas netizen karena kelakukan kakaknya.
Dengan segala hal yang menimpanya, hal terakhir yang diharapkan siapa pun adalah korban yang diduga angkat bicara untuk membela Jisoo BLACKPINK.
Dalam unggahan Instagram Story baru-baru ini, wanita itu mendesak orang-orang untuk tidak melampiaskan kekesalan mereka pada Jisoo BLACKPINK.
korban menyatakan bahwa kakak laki-lakinyalah yang melakukan kesalahan dan keluarganya seharusnya tidak menjadi sasaran kecaman apa pun.
"Dialah yang melakukan kesalahan, jadi saya harap orang-orang tidak akan mengarahkan semua itu kepada keluarganya…," tulis terduga korban dari kakak laki-laki Jisoo BLACKPINK.
Ini adalah langkah yang patut diperhatikan, terutama mengingat Jisoo telah menghadapi gelombang kebencian sejak tuduhan itu muncul.
Unggahan tersebut juga menyebutkan bahwa korban yang diduga telah menerima pesan pribadi dan pesan dari penggemar Jisoo, yang telah dikecam keras oleh warganet Korea.
“Mengapa Jisoo harus menerima kebencian sementara justru saudaranya yang membuat masalah? Mereka menggunakan uang untuk menghapus artikel. Jangan lupakan inti permasalahannya.”
“Para penggemar mengerumuninya dan bertindak di luar kendali. Mereka berkeliling mengatakan jangan memukul wanita, tetapi merekalah yang pertama kali berbalik dan menjadikan wanita lain sebagai senjata… Dan saya yakin mereka juga menyerangnya sambil mengacungkan kartu 'jangan menghina idola wanita'."
“Orang-orang yang mencoba menyeret korban yang berusia 24 tahun itu benar-benar keji.”
“Saya harap setiap penggemar yang membelanya akan merasakan akibat dari perbuatan mereka sendiri. Saya sangat kasihan pada korban… Berhentilah melecehkannya.”
“Berhentilah mengganggunya," “Para penggemar perlu menata diri mereka sendiri," “pelecehan sekunder bukanlah lelucon.”***
Editor : Irma Nurfajri

