Korlantas Polri Dorong Transformasi Digital Layanan Publik Lewat Smart Road Safety Policing di Kota Bandung
Korlantas Polri terus mendorong transformasi digital dalam pelayanan publik melalui sistem Smart Road Safety Policing.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Korlantas Polri terus mendorong transformasi digital dalam pelayanan publik melalui sistem Smart Road Safety Policing.
Kali ini, inovasi Smart Road Safety Policing tersebut hadir di Kota Bandung sebagai bagian dari konsep Smart City yang mendukung keamanan, keselamatan, ketertiban masyarakat, dan kelancaran lalu lintas.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho bersama jajaran, termasuk Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat, meninjau langsung penerapan sistem yang telah beroperasi di Polrestabes Bandung, Rabu 12 November 2025.
Menurut Agus, program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolri untuk merevitalisasi dan mempercepat transformasi digital di tubuh Polri.
Melalui sistem berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT), berbagai aspek keamanan dan ketertiban di Kota Bandung kini dapat dipantau secara real-time, mulai dari situasi Kamseltibcarlantas hingga potensi gangguan Kamtibmas.
Sistem tersebut juga telah terintegrasi dengan berbagai instansi daerah, seperti Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran, hingga sistem pemerintahan kota.
“Hampir 200 kamera sudah terintegrasi dalam sistem smart city ini. Saat ini smart city juga terhubung dengan layanan 110, sehingga ketika ada laporan, petugas bisa langsung memantau situasi dari pusat kendali,” ujar Agus saat ditemui wartawan.
Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan penegakan hukum yang transparan dan akuntabel. Ke depan, sistem tersebut diharapkan dapat terintegrasi dengan penindakan ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) atau tilang elektronik.
Kebijakan Korlantas sendiri menargetkan 95 persen penegakan hukum lalu lintas dilakukan secara elektronik dan hanya 5 persen secara manual.
“Semua ini tujuannya adalah untuk keselamatan masyarakat. Agar warga tertib berlalu lintas, memakai helm, tidak kebut-kebutan atau balapan liar. Semua harus diawasi supaya tidak terjadi kecelakaan dan gangguan keamanan. Teknologi ini juga membantu kami dalam mengelola Kamtibmas dan arus lalu lintas,” ungkapnya.
Selain memantau kondisi lalu lintas, teknologi Smart Road Safety Policing juga mendukung pengungkapan tindak kriminal.
“Contohnya beberapa waktu lalu ditemukan mayat, dan dari sistem ini kita bisa mendeteksi siapa saja yang berada di sekitar lokasi. Dari situ bisa ditelusuri jejak pelaku,” jelas Agus.
Selain di Bandung, program Smart Road Safety Policing telah diterapkan di sejumlah kota besar lain seperti Bali, Yogyakarta, Solo, dan Medan. Ke depan, Korlantas berencana memperluas implementasinya ke berbagai daerah lain, termasuk Nusa Tenggara Barat (NTB), terutama di wilayah yang menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional maupun internasional.
“Dan memang semuanya perlu. Ini bukan hanya dari Korlantas, tapi bagian dari upaya mewujudkan smart city yang terintegrasi dengan seluruh sistem kamera di berbagai instansi,” tutupnya.
Editor : Doni Ramdhani

