Kota Bandung Segera Memiliki Mal Pelayanan Publik 

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Apartur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengunjungi ruang kerja Wali Kota Bandung Oded M Danial. Tujuannya, untuk membahas rencana pendirian mal pelayanan publik di Kota Bandung.

Kota Bandung Segera Memiliki Mal Pelayanan Publik 
Foto: Humas Kota Bandung

INILAH, Bandung - Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Apartur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengunjungi ruang kerja Wali Kota Bandung Oded M Danial. Tujuannya, untuk membahas rencana pendirian mal pelayanan publik di Kota Bandung.

"Alhamdulilah, Ibu Deputi kepada kami mensupervisi dalam menghadirkan mal pelayanan publik. Kami sudah mendapat pencerahan luar biasa, insya Allah ke depan kita akan membangun mal pelayanan publik di Kota Bandung," ujar Oded, Jumat (14/6/2019).

Oded mengatakan, keberadaan mal pelayanan publik di Kota Bandung merupakan kebutuhan yang harus segera direalisasikan. Bahkan, pihaknya kini sedang mengkaji terkait lokasi dan tempat yang tepat dipakai untuk gedung tersebut.

"Memang, sudah ada rencana tempat yang akan kita gunakan," ujarnya.

Sejauh ini, Oded menyebutkan lokasi eks Matahari Banceuy dan tempat di Jalan Cianjur menjadi bidikan untuk berdirinya mal pelayanan publik tersebut. Selain dengan Sekda, pihaknya juga akan merencanakan terkait lokasi itu dengan Dinas PU dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

"Intinya, (pembangunan mal pelayanan publik) itu sedang kita kaji. Soal anggaran, perencanaan akan dibahas dulu bersama dengan DPRD, dan struktur anggaran. Makanya, kemungkinan (pembangunan itu) tahun depan," ucapnya seraya menyebutkan diharapkan awal pembangunan bisa dimulai pada Juni mendatang. 

Sementara itu, Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa menyebutkan sejak 2017 keberadaan mal pelayanan publik sudah diimplementasikan di beberapa kota. Dia menegaskan, keberadaan mal pelayanan publik itu sesuai amanah UU No 25/2009 tentang Pelayanan Publik.

"Kita sudah mengintegrasikan pelayanan perizinan di Samsat berikut generasi kedua di PTSP pelayanan terpadu satu pintu. Di generasi ketiga ini kami menawarkan konsep mal pelayanan publik," ucapnya.

Diah menuturkan, penyelenggaraan mal pelayanan publik sebagai inovasi ini juga mendapat apresiasi. Tak hanya dari masyarakat Indonesia, tapi apresiasi itu diakui dunia. Keberhasilan inovasi-inovasi Indonesia dalam beberapa even kompetensi PBB ini juga sudah dirasakan.

"Dua tahun terakhir, inovasi Indonesia itu mendapat peringkat nomor satu di dunia. Insya Allah, nanti 24 Januari itu Menpan akan mendapat award itu," imbuhnya. (Okky Adiana)


Editor : Doni Ramdhani