Kota Bandung Siap Tanggap Bencana dengan Mekanisme Terstruktur
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi menjelaskan, Kota Bandung memiliki mekanisme tanggap bencana yang terstruktur agar bantuan dapat cepat sampai kepada masyarakat terdampak.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi menjelaskan, Kota Bandung memiliki mekanisme tanggap bencana yang terstruktur agar bantuan dapat cepat sampai kepada masyarakat terdampak.
Pada tahap awal penanganan bencana, tim BPBD lebih fokus pada asesmen cepat atau rapid assessment.
"Kalau di tahap awal, kami lebih fokus pada asesmen atau rapid assessment. Jadi kami melaporkan siapa yang terdampak, jumlahnya berapa dan kondisi mereka," kata Didi Ruswandi, Rabu 14 Januari 2026.
Hasil asesmen tersebut, kemudian dibagikan melalui grup koordinasi mitra bencana yang melibatkan enam organisasi perangkat daerah seperti BPBD, Dinsos, DSDABM dan lainnya.
Menurut ia, penanganan kerusakan rumah biasanya menjadi tanggung jawab DPKP meskipun ada juga yang ditangani langsung oleh masyarakat. Sementara kerusakan infrastruktur seperti saluran kirmir, ditindaklanjuti oleh DSDABM.
"Pada tahap awal, wilayah berperan besar untuk melaporkan kejadian. Biasanya informasi pertama datang dari kelurahan atau relawan. Kami kemudian turun ke lapangan melakukan wawancara dengan para terdampak sekaligus first responder. Hasilnya dimasukkan ke grup koordinasi mitra bencana," ucapnya.
Koordinasi yang terstruktur itu, memungkinkan tim tanggap darurat untuk segera menentukan kebutuhan bantuan logistik dan prioritas penanganan. "Dengan adanya sistem laporan dari wilayah, asesmen cepat dan koordinasi OPD. penanganan bencana di Kota Bandung dapat berjalan lebih efektif, dan tepat sasaran," ujar dia.
Editor : Ahmad Sayuti

