BNPB Catat 1.730 Bencana di Indonesia hingga September 2026, 111.533 Rumah Terdampak

BNPB mencatat 1.730 bencana di Indonesia hingga 7 September 2026. Sebanyak 111.533 rumah terdampak, dengan karhutla dan banjir mendominasi.

BNPB Catat 1.730 Bencana di Indonesia hingga September 2026, 111.533 Rumah Terdampak
Tangkapan layar- Sekretaris Utama BNPB Rustian memberikan keterangan terkait anggaran penanggulangan bencana dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (8/9/2026). ANTARA

INILAHKORAN.ID – Badan Nasional Penanggulangan bencana (BNPB) mencatat 1.730 kejadian bencana alam melanda berbagai wilayah Indonesia sejak awal 2026 hingga 7 September 2026.

Rangkaian bencana tersebut menyebabkan kerusakan pada 111.533 unit rumah warga serta ribuan fasilitas publik di berbagai daerah.

Sekretaris Utama BNPB Rustian mengatakan, seluruh 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia berada dalam kondisi kerawanan bencana tingkat sedang hingga tinggi.

"Dari kompilasi data BNPB sampai dengan tanggal 7 September 2026, terjadi 1.730 kali kejadian bencana, yang didominasi oleh bencana hidrometeorologi serta bencana geologi," kata Rustian seperti dikutip dari Antara, Selasa (8/9/2026).

Karhutla dan Banjir Dominasi bencana

Rustian merinci, bencana hidrometeorologi menjadi jenis bencana yang paling banyak terjadi sepanjang 2026.

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tercatat sebanyak 627 kejadian, disusul banjir 543 kejadian, cuaca ekstrem 324 kejadian, tanah longsor 105 kejadian, kekeringan 101 kejadian, serta gelombang pasang dan abrasi sebanyak 14 kejadian.

Sementara itu, untuk bencana geologi, BNPB mencatat 13 kejadian gempa bumi dan tiga kejadian erupsi gunung api di sejumlah wilayah Indonesia.

Berbagai bencana tersebut menimbulkan dampak kerusakan fisik yang cukup signifikan.

BNPB mencatat sebanyak 111.533 unit rumah warga terdampak, terdiri atas 29.143 unit rusak berat, 24.521 unit rusak sedang, dan 57.869 unit rusak ringan.

Kerusakan juga terjadi pada berbagai sarana publik. Rinciannya meliputi 2.361 fasilitas pendidikan, 867 rumah ibadah, 230 fasilitas kesehatan dasar maupun rujukan, 751 perkantoran, serta 92 jembatan yang terputus.

BNPB Percepat Pemulihan Pascabencana

Untuk merespons dampak bencana tersebut, BNPB memastikan percepatan penanganan darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi terus dilakukan melalui pengerahan sumber daya nasional serta pendampingan kepada pemerintah daerah.

"Untuk tahun anggaran 2027, pemerintah telah menyetujui pagu awal BNPB sebesar Rp1,12 triliun, yang sudah mencakup alokasi khusus percepatan pemulihan pascabencana senilai Rp126,24 miliar untuk tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," kata Rustian.

Alokasi tersebut diharapkan mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana sekaligus memperkuat upaya penanggulangan bencana di daerah yang memiliki tingkat kerawanan sedang hingga tinggi.


Editor : Ahmad Sayuti