KPU Kota Bandung Batasi Jumlah Pendukung Pengundian Nomor Urut Paslon
Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaran Pemilu KPU Kota Bandung, Fajar Kurniawan mengatakan, untuk pendukung masing-masing pasangan calon yang boleh masuk ke area pengundian nomor urut hanya 50 orang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaran Pemilu KPU Kota Bandung, Fajar Kurniawan mengatakan, untuk pendukung masing-masing pasangan calon yang boleh masuk ke area pengundian nomor urut hanya 50 orang.
"Pendukung boleh masuk, tapi di saat pengundian nomor urut itu kita (KPU Kota Bandung) batasi hanya sebanyak 50 orang setiap pasangan calon. Jadi kalau sama paslon, totalnya itu sebanyak 52 orang. Nah untuk sisanya itu di luar," kata Fajar, Senin 23 September 2024.
Pembatasan yang diberlakukan KPU Kota Bandung tersebut dilakukan karena keterbatasan area. Sehingga bagi pendukung yang tidak bisa masuk ke area pengundian, pihaknya berencana akan menyediakan layar besar di luar agar pendukung paslon tetap dapat menyaksikan pengundian nomor urut.
"Jadi kita sudah berkoordinasi dengan teman-teman liaison officer (LO), apakah bisa nantinya di luar area itu diadakan layar big screen. Kalau sekarang, kita lagi memantau lagi di lokasi untuk memastikan bisa atau enggak," ucapnya.
Selain itu, dikemukakan Fajar, KPU Kota Bandung juga sudah menyiapkan teknis soal pengundian nomor urut tersebut dan tata tertib di area. Hal itu dimaksudkan agar pelaksanaannya dapat berjalan lancar tanpa ada hambatan apapun.
"Untuk teknisnya nanti pasangan calon ngambil dulu nomor antrean semua. Jadi yang dapat nomor terkecil, mereka menjadi awal mengambil nomor urut. Kita juga mengimbau agar semua pasangan calon tidak terlalu euforia, karena ada tata tertib," ujar dia.
Diketahui, KPU Kota Bandung akan melaksanakan pengundian nomor urut paslon yang akan bertarung di Pilwalkot Bandung 2024 pada Senin 23 September 2024. Kegiatan ini bakal dilaksanakan di Hotel Horison, Kota Bandung.
Editor : Doni Ramdhani

