Kritik Yaqut yang Bandingkan Toa Masjid dengan Gonggongan Anjing, Fadli Zon: Urus Haji dan Umroh Tak Becus

Pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas kembali menuai polemik. Pernyataan iitu hingga menarik perhatian banyak pihak.

Kritik Yaqut yang Bandingkan Toa Masjid dengan Gonggongan Anjing, Fadli Zon: Urus Haji dan Umroh Tak Becus
Kritik Yaqut yang Bandingkan Toa Masjid dengan Gonggongan Anjing, Fadli Zon: Urus Haji dan Umroh Tak Becus

INILAHKORAN,Bandung – Pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas kembali menuai polemik. Pernyataan iitu hingga menarik perhatian banyak pihak.

Yaqut Cholil Qoumas baru-baru ini mengeluarkan pernyataan seolah membandingkan antara pengeras suara (toa) masjid dengan gonggongan anjing.

Pernyataan itu pun menarik perhatian politikus Partai Gerindra, Fadli Zon yang turuk berkomentar terkait pernyataan Menag itu.

Di akun Twitternya, Fadli Zon menilai pernyataan yang dilontarkan pejabat Negara itu menimbulkan kegaduhan.

Baca Juga: Rugi, Pedagang Daging Sapi di Pasar Tradisional Ogah Mogok Jualan

Dia mengkritik Yaqut yang disebutnya tak becus mengurus persoalan yang besar seperti Haji  dan Umroh.

“Pejabat ini cari2 masalah yg menimbulkan kegaduhan. Sementara urus yg besar spt haji n umrah tak becus,” tulis Fadli Zon dikutip di akun twitternya.

Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 itu menilai bahwa Yaqut tak bisa mengontrol diksi dan metafo yang dilontarkannya. Fadli zon pun hingga beristighfar di dalam cuitannya itu.

“Diksi n metafornya tak terkontrol, apalagi seolah membandingkan adzan atau pengajian dg suara gonggongan anjing. Astagfirullah,” ucapnya.

Baca Juga: Rusia Serang Ukraina, Joe Biden Minta Pertanggungjawaban Vladimir Putin

Sebelumnya, Menag Yaqut telah mengeluarkan Surat Edaran yang mengatur terkait penggunaan pengeras suara di masjid atau musala.

Saat menyampaikan soal tujuan pengaturan tersebut, Yaqut menyebut aturan tersebut dikeluarkan agar hubungan antarumat beragama lebih harmonis.

Sehingga tidak akan ada yang merasa terganggu dengan suara toa yang berbunyi hingga lima kali sehari.

"Kita bayangkan, saya Muslim saya hidup di lingkungan nonmuslim, kemudian rumah ibadah mereka membunyikan toa sehari lima kali dengan keras secara bersamaan, itu rasanya bagaimana?" ucap Yaqut dikutip dari Antara.

Baca Juga: Samsung Galaxy Tab A8 Bisa Dinikmati di Akhir Pekan Agar Terhindar Stres

Dia pun memberikan contoh yang dianggap seolah membandingkan pengeras suara di masjid atau musala dengan gonggongan anjing.

"Contohnya lagi, misalnya tetangga kita kiri kanan depan belakang pelihara anjing semua, misalnya menggonggong di waktu yang bersamaan, kita terganggu tidak? Artinya semua suara-suara harus kita atur agar tidak menjadi gangguan," bebernya.*** 

 


Editor : inilahkoran