Kukuhkan FOJB Generasi 12, Sekda Herman Ingatkan 4 Kompetensi, Kunci Siapkan Pemimpin Masa Depan

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman ingatkan empat kunci kompetensi, guna menyiapkan pemimpin masa depan, kala mengukuhkan pengurus Forum OSIS Jawa Barat (FOJB) Generasi 12.

Kukuhkan FOJB Generasi 12, Sekda Herman Ingatkan 4 Kompetensi, Kunci Siapkan Pemimpin Masa Depan

INILAHKORAN, Bandung - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman ingatkan empat kunci kompetensi, guna menyiapkan pemimpin masa depan, kala mengukuhkan pengurus Forum OSIS Jawa Barat (FOJB) Generasi 12.

Sekitar seribu pengurus OSIS tingkat SMA, SMK dan MA se-Jawa Barat mengikuti pengukuhan FOJB Generasi 12 di Gedung FIT, Telkom University, Kabupaten Bandung baru-baru ini.

Dimana FOJB Generasi 12 ini bertekad mempersiapkan seribu future leader melalui program-program aksinya. 

Pada sharing session, Herman menegaskan pentingnya forum ini untuk mempersiapkan generasi muda sebagai pemimpin masa depan. Dirinya mengapresiasi kegiatan ini sebagai momen untuk mempersiapkan pemimpin masa depan. 

"Kalian adalah calon pemimpin masa depan dan saat ini saya adalah pemimpin yang harus menyiapkan kalian," ujar Sekda Herman. 

Ia menambahkan, bahwa pemimpin saat ini harus dibentuk dan disiapkan, bukan sekadar dilahirkan dari keluarga pemimpin. Para siswa yang tergabung dalam FOJB ini adalah calon pemimpin yang akan dibentuk untuk masa depan.

Sekda Herman menekankan, pentingnya meneguhkan sikap dan bekerja keras untuk mencapai cita-cita sebagai pemimpin masa depan. Ia berharap para siswa memiliki tujuan yang jelas dan berusaha keras untuk mewujudkannya. 

"Teguhkan tekad kalian untuk sukses di bidang yang kalian minati. Saya hadir di sini karena ada 1000 calon pemimpin. Kuncinya adalah bahagia, kerja keras, dan sukses," katanya.

Sekda Herman memberikan empat kunci untuk membentuk pemimpin masa depan. Keempat kompetensi ini yakni; pertama sikap critical thinking. Sikap ini berarti memiliki pemikiran kritis terhadap situasi di lingkungan sekitar. 

"Contohnya stunting, kita melihat situasi di lingkungan bagaimana bisa menyelesaikan stunting, apa dan bagaimana penyebab stunting. Ini menjadi bahan diskusi untuk didisukusikan untuk mencari solusi. Atau minimal membangun awareness atau kesadaran bersama," ujar Herman. 

Kompentensi kedua adalah creative. Herman mengatakan, untuk menyelesaikan persoalan harus berpikir kreatif. Dia menegaskan, tidak ada masalah yang bisa diselesaikan. 

"Seperti slogan urang Sunda, cikaracak ninggang batu laun-laun jadi legok (tetesan air menimpa batu, lama-lama akan berlubang). Melalui berpikir kreatif akan membuat semua persoalan akan terpecahkan juga," paparnya. 

Kompetensi ketiga adalah collaboration. Herman menyarankan bahwa tidak ada superman, tetapi yang ada supertim. Untuk itu, sejak masih duduk di sekolah SMA, harus mulai membangun kolaborasi, membentuk tim untuk menyelesaikan masalah-masalah kontekstual.

Kompetensi keempat adalah communication: Herman melajutkan bahwa pesan dan solusi yang sudah diciptakan harus bisa tersampaikan dengan komunikasi baik. Bukan hanya dalam menyusun pesan, tetapi juga kompetensi menyampaikan pesan melalui media dan perangkat yang ada. 

"Pada 20 tahun ke depan atau 2045, kalian usia 38 tahun. Saat itulah kalian akan menjadi pemimpin di semua lini kehidupan, menyambut Indonesia emas. Ingat, itu tidak bisa diraih dengan duduk di bangku sekolah saja, tetapi harus bergerak keluar, berkolaborasi dan menciptakan solusi. Karena pemimpin tidak lahir begitu saja, tetapi harus dibentuk dan diciptakan melalui usaha dan cucuran keringat," ungkapnya.

Sementara Ketua Umum FOJB periode 2024-2025 Aryasatya Daffa Wipranarendra mengatakan, misi utama pada kepemimpinannya meletakan dasar moral dan budi pekerti untuk meraih kepemimpinan masa depan. 

Pasalnya, kata Aryastya, minat dan bakat setiap orang sedang diajarkan di sekolah maupun di organsiasi. Tetapi menanamkan budi pekerti dan moral akhlak harus menjadi landasan dasar dalam pengembangannya. 

"Mudah-mudahan program FOJB Ke depan untuk mempersiapkan future leader bisa diwujudkan melalui kekuatan budi pekerti," ujarnya

Pada kesempatan tersebut, FOJB dan Telkom Univesity membuat program Indonesia Gold Generation Scholarship. Program ini memberikan beasiswa kuliah gratis bagi seluruh anak bangsa dari Sabang sampai Merauke. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti