Polisi Sita USB Drive di Rumah Iguh Indah Hayati dan Elia Imanuel, Begini isinya
Polisi terus mendalami kasus penemuan kerangka ibu dan anak di Perumahan Tanimulya Indah RT 10/15, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB)
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Polisi terus mendalami kasus penemuan kerangka ibu dan anak di Perumahan Tanimulya Indah RT 10/15, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Terbaru, polisi menyita sebuah USB Drive di rumah penemuan kerangka ibu dan anak tersebut usai menemukan tulisan di dinding rumah, yakni WARNING !!! CARI USB ADA 4 USB DRIVE. AKU TULIS PESAN UNTUK DIBACA PAK POLISI DALAM BENTUK WEB".
"Kami sudah memeriksa (USB) dan isinya hampir sama dengan tulisannya yang berada di dinding, buku maupun flashdisk itu," ujar Kapolres Cimahi, AKBP Tri Suhartanto kepada wartawan, Minggu 4 Agustus 2024.
Tulisan di dinding itu berbunyi 'Jikalau kau menikah lagi, aku harap kau jangan menyakiti istri ketiga mu nanti. Aku lihat kau sudah meminang istri baru lagi kan? Yang dari Ciamis yang photo bersamamu itu. Dipajang di FB Hendra Setiawan. Di kolom komentar tertulis mengingat karena kau pernah gagal menjalani hubungan pada istri ke 1 mu yang bernama Leony Maria Theressia'.
Tulisan lainnya yakni 'Aku minta rumah ini diwakafkan untuk mesjid Tanimulya. Kalau Mudjoyo Tjandra tidak menyerahkan untuk didirikan mesjid di tempat ini, berarti sudah menjadi penjahat karena merebut hak saya dan warga Tanimulya untuk warga RT 10. Pak RT tolong tagih rumah ini dan harus jadi mesjid atas kematian saya'.
Di tembok tengah rumah, tertulis curahan hati diduga dibuat Elia yang berbunyi 'Aku hanya minta uang sekolah tapi kau seperti itu. Katanya raihlah cita-citamu setinggi langit, tapi kau tidak dukung aku dengan biaya sekolah. Maafkan aku tidak bisa menjadi anak yang sempurna karena manusia tidak ada yang sempurna. Termasuk istrimu aja kau tinggalkan karena kau menuntut dia menjadi sangat sempurna. Tapi ketahuilah, hanya tuhan yang sempurna'.
"Jadi isi (tulisan) dalam USB itu pesan kekecewaan terhadap keluarga, dan kehidupan. Jadi, semuanya ada di dalam USB tersebut," kata Tri.
Saat ini, sambung Tri, polisi masih melakukan analisa tulisan pada tembok dan USB tersebut guna memastikan bahwa itu merupakan tulisan dari ibu dan anak itu, sehingga pihaknya akan mencocokan tulisan di tembok dan tulisan di buku.
"Kita tunggu hasil analisa karena yang pertama, kita harus mencocokan tulisan yang ada di dinding itu sama dengan tulisan yang dibuat mereka sehari-hari," ujarnya. ***
Editor : Ahmad Sayuti

