Bawaslu Jabar Imbau Penyelenggara Pastikan Kesiapan Tahapan Pilkada Serentak 2024

Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Jabar Nuryamah mengimbau penyelenggara, dapat memastikan kesiapan tahapan Pilkada Serentak 2024 bisa berjalan maksimal.

Bawaslu Jabar Imbau Penyelenggara Pastikan Kesiapan Tahapan Pilkada Serentak 2024

INILAHKORAN, Bandung - Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Jabar Nuryamah mengimbau penyelenggara, dapat memastikan kesiapan tahapan Pilkada Serentak 2024 bisa berjalan maksimal.

Nuryamah mengatakan, Bawaslu Jabar telah meminta KPU provinsi termasuk kabupaten/kota, harus memastikan semua kesiapan kebutuhan jelang pendaftaran calon di Pilkada serentak 2024, dimana akan dibuka pada 27-29 Agustus mendatang.

"Harus dipersiapkan matang, sesuai dengan PKPU yang berlaku. Jangan sampai ada error lagi soal aplikasi. Terus juga soal formulir yang tidak tersampaikan dengan baik. Itu sudah kita ingatkan, terpenting aturan harus jadi pengangan baik itu KPU maupun peserta yang mendaftar," ujar Nuryamah di Kota Bandung baru-baru ini.

Selain imbauan, Bawaslu Jabar lanjut dia juga akan terus melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan KPU dan partai politik, guna memastikan semua informasi terserap maksimal.

"Jadi jangan sampai misinformasi. Harus lancar, sehingga sudah tidak ada alasan lagi tidak terinformasikan dan lain sebagainya dan menyosialisasikan kepada masyarakat, bahwa tahapan-tahapan yang sekarang kita awasi itu apa," ucapnya.

Nuryamah berharap, dengan beragam upaya seperti sosialisasi, koordinasi dan imbauan yang telah dilakukan, dapat meminimalisir terjadinya sengketa di Pilkada serentak 2024.

Apalagi mitigasi peta kerawanan juga telah dilakukan, dimana harapannya mampu menekan risiko masalah di Pilkada serentak 2024.

"Dengan ikhtiar ini, mudah-mudahan apa yang menjadi tujuan kita di tahapan ini, bisa berjalan baik. Dengan peta kerawanan kita sudah semakin tahu dan sudah tahu solusi yang harua dilakukan dalam rangka pencegahan agar tidak terjadi dugaan pelanggaran. Itu akan terus kita maksimalkan," tandasnya.  ***


Editor : Ahmad Sayuti