Kunjungan Wisatawan ke Kawasan Lembang Selama Periode Nataru 2024/2025 Turun 27 Persen
Selama periode Nataru 2024/2025, sejumlah objek wisata di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami penurunan kunjungan wisatawan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Selama periode Nataru 2024/2025, sejumlah objek wisata di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami penurunan kunjungan wisatawan.
Sejumlah faktor pun disebut-sebut menjadi pemicu menurunnya kunjungan wisatawan pada momen libur Nataru 2024/2025 kali ini, salah satunya pengaruh daya beli masyarakat serta banyaknya alternatif tempat wisata di beberapa daerah sehingga pengunjung jadi terpecah.
Destinasi Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC) Lembang misalnya. Pengelola mengaku penurunan kunjungan wisatawan pada libur Nataru 2024/2025 kali ini mencapai 27 persen.
"Turunnya minat wisatawan berkunjung ke Lembang diluar prediksi para pengelola wisata. Sebab terjadi penurunan hingga 27 persen dibandingkan tahun lalu," kata General Manager TWGC Lembang Sapto Wahyudi, Minggu 29 Desember 2024.
"Memang kunjungan akhir tahun naik berbanding bulan lalu (November) karena memang sepi. Tapi kalau berbanding apple to apple terhadap tahun lalu terjadi penurunan kunjungan ke Lembang," sambungnya.
Tak cuma itu, kata Sapto, penurunan kunjungan wisatawan juga berimbas pada tingkat hunian atau okupansi kamar hotel. Dia mengakui, hingga jelang perayaan tahun baru, baru 50 persen tamu yang sudah booking atau memesan kamar.
"Untuk libur tahun baru, baru 50 persen tamu yang sudah booking dari 49 kamar yang disediakan. Kondisi itu bukan hanya dirasakan di kita, tapi hampir di semua tempat penginapan di Lembang," tuturnya.
Sapto menilai, karakteristik tamu saat ini jauh berbeda dengan beberapa tahun lalu. Saat ini tamu tidak berani jauh-jauh hari reservasi karena kemudahan akses pemesanan.
"Contohnya seperti Natal kemarin kita masih sisa beberapa room, tapi saat malamnya itu statusnya full. Mudah-mudahan sih untuk tahun baru ada kenaikan, kita masih optimis okupansi bakal naik," ujarnya.
Seiring dengan kondisi itu, lalu lintas di kawasan Lembang pada H-3 tahun baru terpantau ramai lancar. Kendaraan dari arah Kota Bandung menuju Lembang masih bisa melintas dengan kecepatan normal.
Titik kepadatan lalu lintas yang biasanya terjadi di depan tempat wisata Jalan Raya Lembang seperti The Great Asia Africa (TGAA) dan Farmhouse terpantau ramai lancar tanpa kendala berarti.
Sementara itu, Kapolsek Lembang Kompol Hadi Mulyana mengatakan kepadatan kendaraan hanya terjadi di beberapa persimpangan jalan namun itu pun tidak sampai menimbulkan kemacetan parah.
Menurutnya, kondisi serupa juga terjadi di Jalan Tangkuban Parahu arah menuju Subang, beberapa tempat wisata dan penginapan juga terpantau belum seramai seperti liburan panjang sebelumnya.
"Lalu lintas di kawasan Lembang agak meriah. Arus kendaraan lancar belum ada kemacetan yang berarti," kata Hadi.
Editor : Doni Ramdhani

