Jelang Nataru, Pengusaha Wisata di Lembang Rasakan Tren Peningkatan Okupansi dan Kunjungan Wisatawan
Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026, sejumlah objek wisata di wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai merasakan ada peningkatan okupansi dan kunjungan wisatawan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026, sejumlah objek wisata di wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai merasakan ada peningkatan okupansi dan kunjungan wisatawan.
Melihat tren positif tersebut, para pengelola mulai menghadirkan berbagai aktivitas, program hingga wahana baru untuk menarik kunjungan wisatawan.
Terminal wisata Grafika Cikole (TWGC) Lembang misalnya. Objek wisata yang mengusung konsep ne-stop recreation berbasis alam di tengah hutan pinus ini telag mempersiapkan paket menginap spesial untuk merayakan Natal dan Tahun Baru 2026, lengkap dengan berbagai fasilitas dan pengalaman baru.
"Alhamdulillah ada tren kenaikan kunjungan dan okupansi yang positif jelang Nataru tahun ini," kata Head Marketing TWGC, Herdiawan Septiazi, Kamis 18 Desember 2025.
Untuk 4 hari jelang perayaan akhir tahun, jelas Herdiawan, tamu yang menginap bakal mendapatkan fasilitas lengkap mulai dari sarapan pagi, api unggun, hingga tiket akses penuh ke Hutan Mycelia yang mencakup Taman Mycelia dan Rumah Mycelia.
"Yang dulunya Taman Mili-Mili, sekarang kita ubah jadi Taman Mycelia dan Rumah Miselia," jelasnya.
Herdiawan menerangkan, perubahan konsep yang dilakukan bertujuan agar tamu tidak kebingungan. Gerbang utama Hutan Mycelia juga telah dipindahkan ke depan area parkiran untuk kemudahan akses.
"Tambahan spesial, tamu akan mendapatkan hadiah dari Santa Claus dan bisa menyaksikan parade Hutan Mycelia yang akan diadakan di area tersebut," terangnya.
Herdiawan menyebut, saat ini TWGC memiliki total 8 kategori wahana, yang dibagi menjadi 4 wahana adrenalin (termasuk ATV dan paintball sebagai favorit keluarga), 2 wahana petualangan, 7 wahana edukasi (dengan hewan seperti rusa, domba, klinci, urung, dan betso), serta Hutan Miselia itu sendiri.
"Wahana ketinggian sedikit berkurang, tapi ATV dan paintball malah melonjak popularitasnya," ujar Herdiawan.
"Selain menginap, tamu juga bisa hanya datang untuk makan atau rekreasi tanpa harus menginap. Tak jarang, banyak klien yang menggunakan area TWGC untuk rapat atau outbound untuk mencairkan suasana," bebernya.
Data okupansi month-to-date (Januari-Desember) menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun lalu. "Di 2024, okupansi kita 37,60 persen, sedangkan di 2025 sudah mencapai 39,32 persen, mendekati angka 40 persen," ungkap Herdiawan.
Menurutnya, tren kenaikan mulai terasa sejak November, dipicu oleh agenda akhir tahun, rapat, dan gathering. Meskipun PHRI belum merespons kondisi high season yang dimulai dari tanggal 24-31 Desember, pihaknya optimistis okupansi akan terus meningkat.
"Kunjungan juga datang dari luar Jawa Barat, seperti Jogja dan Jawa Tengah, yang banyak menggunakan jasa travel partner TWGC," tuturnya.
Terpisah, Public Relation PT Perisai Group, Intania Setiati mengatakan, meskipun peningkatan masih terbatas, pihak manajemen sudah mempersiapkan berbagai perbaikan untuk memastikan kenyamanan pengunjung.
"Minggu ini sudah mulai ada peningkatan sih, tapi masih sedikit ya sekitar 10 persen. Belum sampai seperti tingkat kunjungan weekend," ungkap Intania.
Intania memprediksi peningkatan kunjungan yang lebih signifikan akan tiba pada tanggal 27-28 Desember mendatang, menjelang puncak libur.
Kendati demikian, Intania mengakui bahwa tingkat kunjungan tahun ini masih lebih rendah dibandingkan tahun lalu, dengan penurunan mencapai 20-30 persen.
"Mungkin faktor ekonomi juga yang memengaruhi kondisinya saat ini, tapi mudah-mudahan nanti bisa lebih baik dari tahun lalu," ucapnya.
Namun, untuk menyambut libur Nataru pihaknya tidak menghelar acara istimewa. Sebaliknya, pihaknya fokus pada perbaikan dan penambahan fasilitas.
"Kita enggak ada acara spesial, tapi sudah memperbaiki beberapa fasilitas, merawat taman dan mengganti tanaman, serta menambah lehana (tempat duduk) supaya pengunjung mendapatkan sesuatu yang baru dan lebih nyaman," ungkapnya.
Tak cuma itu, pihaknya juga bakal menyesuaikan jam operasional selama libur Nataru. "Kalau hari biasa kan mulai jam 09.00 WIB pagi sampai 18.00 WIB sore, tapi nanti selama libur akan dibuka lebih awal, dari jam 08.00 WIB pagi sampai 19.00 WIB sore. Kecuali malam minggu, tetap buka sampai jam 21.00 WIB malam," ujarnya.
Sementara untuk malam tahun baru, Intania menyebut, pihaknya kemungkinan tidak akan menambah jam operasional. "Masyarakat targetnya biasanya mencari tempat yang bisa kumpul dan lihat kembang api, yang tidak kita sediakan di sini," paparnya.***
Editor : Ahmad Sayuti


