Wabup KBB Dorong Potensi Wisata Bandung Barat Selatan, Ada Curug Malela
Wabup KBB Asep Ismail mendorong pengembangan wisata Bandung Barat Selatan seperti Curug Malela dan Curug Sawer agar pembangunan lebih merata.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kabupaten Bandung Barat (KBB) memiliki kekayaan alam yang tersebar di wilayah utara dan selatan. Namun, potensi Pariwisata di wilayah selatan dinilai belum berkembang optimal dibandingkan kawasan utara yang selama ini menjadi tujuan Wisata utama.
Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail menyampaikan kondisi tersebut secara langsung kepada Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat saat menyambut kunjungan rombongan Kementerian Lingkungan Hidup di Dusun Bambu, Kecamatan Cisarua, Selasa (29/9/2026).
Asep mengatakan, Kabupaten Bandung Barat memiliki 16 kecamatan dan 165 desa dengan sebagian besar wilayah berupa kawasan pegunungan.
Menurutnya, kawasan utara seperti Parongpong, Cisarua dan Lembang telah berkembang menjadi destinasi ekowisata yang ramai dikunjungi wisatawan.
Namun, tingginya kunjungan wisatawan setiap akhir pekan juga menimbulkan persoalan baru berupa kemacetan dan kepadatan di sejumlah titik.
"Bandung Barat Utara ini sudah terlalu berat, apalagi hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Pengunjung memadati wilayah utara saja, ini berat sebelah. Potensi yang sama besarnya justru tersimpan di selatan, namun belum terjamah," ungkap Asep.
Curug Malela dan Curug Sawer Jadi Potensi Wisata
Asep menyebut wilayah Bandung Barat Selatan memiliki sejumlah potensi wisata alam yang tidak kalah menarik. Di antaranya Curug Sawer dan Curug Malela.
Menurut Asep, kedua destinasi tersebut belum dikelola secara optimal, baik oleh pelaku pariwisata maupun pemerintah daerah.
Keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala pemerintah daerah dalam mengembangkan seluruh potensi wisata yang tersebar di wilayah selatan.
Karena itu, Asep mendorong keterlibatan pihak swasta untuk ikut mengembangkan kawasan wisata di Bandung Barat Selatan.
"Saya berharap Pak Roni Lukito selain mengembangkan di Kabupaten Bogor, juga turut menatap Bandung Barat Selatan," paparnya.
"Di sana ada Curug Sawer dan Curug Malela, tempat kelahiran Pak Menteri sendiri yang belum tersentuh. Anggaran pemerintah daerah belum mampu menjangkau semuanya. Maka kami butuh dorongan dari Kementerian dan kerja sama pihak swasta," jelasnya.
Pengembangan Wisata Harus Merata
Asep menilai, konsentrasi wisatawan di kawasan utara tidak hanya berdampak terhadap kemacetan, tetapi juga memberikan tekanan lebih besar terhadap lingkungan dan fasilitas umum.
Di sisi lain, potensi alam di wilayah selatan yang tidak kalah besar belum sepenuhnya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
"Sementara wilayah selatan yang memiliki bentang alam tak kalah indah justru belum menjadi sumber pendapatan masyarakat setempat," tuturnya.
Menurut Asep, pemerataan pengembangan pariwisata bukan semata-mata bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat. Pengembangan yang lebih merata juga dinilai dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan.
"Potensinya ada, pemandangannya tak kalah indah hanya saja belum ada perhatian menyeluruh. Kalau dikembangkan, wisatawan tidak lagi hanya berkerumun di Lembang dan sekitarnya, tapi juga menyebar ke selatan. Masyarakat di sana pun berhak merasakan dampak positif dari pariwisata," tambahnya.
Asep berharap dukungan pemerintah pusat dan keterlibatan pihak swasta dapat mendorong pengembangan potensi wisata di Bandung Barat Selatan secara berkelanjutan.
Dengan begitu, arus kunjungan wisatawan di KBB diharapkan tidak lagi terpusat di wilayah utara, tetapi dapat menyebar ke kawasan selatan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.***
Editor : JakaPermana

