Pesantren di Aceh Tamiang Jadi “Benteng” Alami Saat Banjir Bandang, Ribuan Kayu Gelondongan Menumpuk
Ribuan batang kayu gelondongan dengan berbagai ukuran terlihat menumpuk dan memenuhi area sebuah pondok pesantren
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - banjir bandang yang menerjang Aceh Tamiang pada akhir November lalu meninggalkan pemandangan yang tak lazim.
Ribuan batang kayu gelondongan dengan berbagai ukuran terlihat menumpuk dan memenuhi area sebuah pondok pesantren, seperti terekam dalam video yang beredar luas di media sosial.
Alih-alih rusak parah, bangunan pesantren justru berfungsi sebagai penahan alami. Struktur bangunan tersebut menghambat laju kayu-kayu besar yang terbawa arus deras, sehingga tidak sampai menghantam permukiman warga di sekitarnya.
Pimpinan pondok pesantren setempat, Subhan, mengungkapkan bahwa kayu-kayu itu datang bersamaan dengan banjir bandang yang terjadi pada malam hari.
Saat peristiwa berlangsung, para santri dan pengurus pesantren tengah beristirahat dan tidak menyadari besarnya material yang terbawa arus.
“Keesokan paginya, area pesantren sudah dipenuhi kayu gelondongan. Kayu-kayu ini berasal dari pegunungan dan terbawa banjir,” ujar Subhan.
Ia menyebut tumpukan kayu hampir menutup seluruh kawasan pesantren dengan ketebalan mencapai sekitar lima meter.
Hingga dua pekan setelah bencana, aktivitas di pesantren belum sepenuhnya kembali normal. Aliran listrik dan pasokan air bersih di sekitar lokasi masih terputus.
Kondisi ini menyulitkan proses pembersihan material banjir serta evakuasi tumpukan kayu yang menggunung di lingkungan pesantren.
Editor : Firda Rachmawati


