Kunjungan Wisatawan Ke Bandung Tak Meningkat Signifikan Saat Libur Panjang
Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Bandung, Arief Bonafianto mengatakan, libur panjang pada akhir pekan ini tidak memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kunjungan wisatawan ke Kota Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Bandung, Arief Bonafianto mengatakan, libur panjang pada akhir pekan ini tidak memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kunjungan wisatawan ke Kota Bandung.
Menurutnya, lonjakan kunjungan wisatawan hanya terjadi pada hari Sabtu. “Malam takbiran hanya di angka 25-30 persen, hari H-nya sekitar 50-55 persen dan baru di hari Sabtu tingkat kunjungan naik signifikan hingga 91,5 persen,” kata Arief Bonafianto, Senin 9 Juni 2025.
Namun demikian, kondisi tersebut tidak bertahan lama. Pada hari Minggu, angka kunjungan wisatawan kembali turun drastis. Bahkan hingga Senin malam yang masih masuk masa libur, tingkat kunjungan hanya berkisar 30 persen.
“Kami juga mendapat informasi bahwa daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur justru lebih padat. Banyak wisatawan dari luar kota, terutama non-muslim yang memilih berlibur ke sana. Bisa jadi karena libur panjang ini dimanfaatkan untuk perjalanan yang lebih jauh,” ucapnya.
Hal serupa juga terjadi pada tingkat keterisian hotel di Kota Bandung. Arief menyebut okupansi hotel pada malam takbiran hanya sekitar 30 persen. Angka ini naik sedikit di hari H Iduladha menjadi 40-50 persen, dan mencapai puncaknya pada hari Sabtu dengan rata-rata keterisian 91 persen.
“Tapi hari Minggunya turun lagi ke angka 25 persen. Jadi kelihatan memang wisatawan lebih banyak yang datang untuk liburan singkat, mungkin dari Jakarta dan sekitarnya,” ujar dia.
Saat ditanya soal penyebab lesunya pariwisata Bandung saat libur panjang, Arief menilai kondisi ekonomi nasional ikut berpengaruh.
“Kalau dibilang karena efisiensi, ya memang ada. Tapi sebenarnya ini lebih kepada dampak dari ekonomi yang sedang tidak stabil di tahun 2025. Efek domino dari efisiensi membuat roda ekonomi melambat, sehingga masyarakat lebih memilih menabung ketimbang berlibur,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, menjelang tahun ajaran baru. Banyak keluarga yang mengalihkan pengeluaran mereka untuk keperluan sekolah anak-anak. “Mungkin masyarakat lebih memilih untuk saving dulu dan berlibur saat libur sekolah bulan Juli nanti,” tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

