Laga Persija vs Persib Batal di GBK, Pramono Ogah Berpolemik Soal Isu Ormas GRIB Jaya
Pramono jawab isu batalnya laga Persija vs Persib karena ormas.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan tanggapan terkait batalnya pertandingan big match antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).
Meski mengaku kecewa, Pramono memilih untuk bersikap hati-hati dan tidak ingin memperpanjang spekulasi terkait keterlibatan ormas tertentu.
Laga yang dijadwalkan pada Minggu, 10 Mei 2026 tersebut, ramai diperbincangkan netizen karena diduga batal akibat berbarengan dengan acara HUT ke-15 Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya di kawasan Senayan.
Enggan Berspekulasi Terkait Agenda Ormas
Menanggapi isu yang beredar luas di media sosial mengenai bentrok jadwal dengan ormas GRIB Jaya, Pramono Anung menegaskan bahwa dirinya tidak ingin masuk ke dalam ruang spekulasi yang belum tentu benar.
"Yang pertama, saya enggak mau berspekulasi. Karena terus terang, saya enggak tahu kalau ada acara GRIB (di Senayan). Secara pribadi ya, saya enggak tahu," ujar Pramono.
Pramono menambahkan bahwa dirinya lebih memilih untuk melihat permasalahan ini dari sisi profesionalisme penyelenggaraan acara di Ibu Kota.
Menghargai Keputusan Pihak Berwenang
Meski secara pribadi ia sangat berharap laga "Derbi Indonesia" itu tetap berlangsung di Jakarta, Pramono mengaku telah menerima penjelasan resmi dari pihak-pihak terkait, termasuk pengelola kawasan dan pihak keamanan.
"Saya tidak mau berpolemik terhadap hal itu karena saya tahu dan alasan yang disampaikan oleh pihak-pihak yang berkompetensi untuk penyelenggaraan ini saya sudah mendengarkan secara langsung," jelasnya.
Sikap tidak berpolemik ini diambil guna menjaga suasana tetap kondusif dan menghormati wewenang dari pihak kepolisian maupun pengelola GBK dalam menentukan izin keramaian.
Walaupun menolak berkonfrontasi dengan isu ormas, Pramono tidak menutupi rasa sedihnya melihat Persija kembali harus "terpental" dari rumahnya sendiri di saat laga krusial.
"Saya sudah menyampaikan kalau kecewa, pasti kecewa. Saya pribadi kecewa karena saya berharap bahwa pertandingan bisa diadakan di Jakarta," tutup Pramono.
Editor : Firda Rachmawati


