Lantaran Lahan Belum Dibebaskan, Proyek Pembangunan Jembatan Situ Nanggerang Bomang Dibatalkan 

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Agus Salim menyayangkan dibatalkannya proyek pembangunan Jembatan Situ Nanggerang jalur lambat arah Bojonggede yang tendernya dimenangkan PT Cimendang Sakti Kontrakindo senilai Rp44,9 miliar.

Lantaran Lahan Belum Dibebaskan, Proyek Pembangunan Jembatan Situ Nanggerang Bomang Dibatalkan 
Pembatalan proyek pembangunan Jembatan Situ Nanggerang itu lantaran belum dibebaskannya lahan yang akan digunakan. Lahan yang belum clear and clean itu membuat hingga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) pun harus membebaskan lahan tersebut pada 2023 mendatang. (reza zurifwan)

INILAHKORAN, Bogor - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Agus Salim menyayangkan dibatalkannya proyek pembangunan Jembatan Situ Nanggerang jalur lambat arah Bojonggede yang tendernya dimenangkan PT Cimendang Sakti Kontrakindo senilai Rp44,9 miliar.

Pembatalan proyek pembangunan Jembatan Situ Nanggerang itu lantaran belum dibebaskannya lahan yang akan digunakan. Lahan yang belum clear and clean itu membuat hingga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) pun harus membebaskan lahan tersebut pada 2023 mendatang.

"Kami menyayangkan lahan yang belum clear and clean, padahal pekerjaan proyek pembangunan Jembatan Situ Nanggerang sudah ada detail enginering design (DED), anggaran dan telah ditentukan pemenang lelangnya," kata Agus Salim kepada wartawan, Rabu 7 September 2022.

Agus Salim pun meminta agar kedepan tidak ada lagi kejadian serupa dan Dinas PUPR harus menyelesaikan permasalahan atau sengketa lahan di Jalan Raya Bojonggede-Kemang (Bomang).

"Jangan sampai terjadi sengketa lahan, lahan harus clear and clean dan perencanaanya harus matang," pinta Agus Salim.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor Raden Soebiantoro membenarkan bahwa satu dari dua proyek pembangunan Jembatan Situ Nanggerang terpaksa dibatalkan pada tahun ini karena terkendala lahan.

"Ada kendala atau permasalahan lahan, dimana kami akan melakukan pembebasannya pada Tahun 2023 mendatang. Tetapi, walaupun begitu, satu jembatan sudah cukup untuk menyambungkan transportasi dari KemangTajur Halang menuju Bojonggede," ucap Raden Soebiantoro.

Bibin sapaan akrabnya menjelaskan, untuk proyek pembangunan satu jembatan Situ Nanggerang jalur lambat arah Kemang dan peningkatan Jalan Raya Bomang progresnya pekerjaanya sudah sesuai jadwal.

"Proyek peningkatan Jalan Raya Bomang di Kecamatan Tajurhalang yang dimenangkan pelelangannya oleh PT Kemang Bangun Persada dengan nilai Rp44,9 miliar dan proyek pembangunan Jembatan Situ Nanggerang jalur lambat arah Kemang yang dimenangkan lelangnya oleh PT Priangan Bangun Nusantara dengan nilai Rp44,9 miliar, saat ini sudah sesuai jadwal progresnya," jelas Bibin.*** (reza zurifwan)


Editor : Doni Ramdhani