Lebaran Bojonggede, Festival Budaya Betawi dan Sunda yang Menampilkan Miniatur Indoneia
Untuk keempat kalinya, Lebaran Bojonggede dilakukan di Lapangan Siaga pada Sabtu dan Minggu. Masyarakat Desa/Kecamatan Bojonggede pun antusias menyaksikan Lebaran Bojonggede. Dengan setia, mereka mengikuti setiap pertunjukan seni dan budaya Betawi dan Sunda tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Untuk keempat kalinya, Lebaran Bojonggede dilakukan di Lapangan Siaga pada Sabtu dan Minggu.
Masyarakat Desa/Kecamatan Bojonggede pun antusias menyaksikan Lebaran Bojonggede. Dengan setia, mereka mengikuti setiap pertunjukan seni dan budaya Betawi dan Sunda tersebut.
Untuk tahun ini, Lebaran Bojonggede bertemakan miniatur Indonesia.
"Lebaran Bojonggede adalah festival budaya Betawi dan Sunda yang dilakukan setiap bulan Syawal, ada 43 tim kesenian yang tampil dan 21 tim dondang yang menampilkan miniatur Indonesia," ucap Kepala Desa Bojonggede Dede Malvina kepada wartawan, Minggu 4 Mei 2025.
Dede Malvina menuturkan, pihaknya tetap beradaptasi dengan kultur masyarakatnya yang beragam.
Hal itu, karena banyak pendatang dari luar Bogor yang tinggal dan bermukim di Desa Bojonggede.
"Walaupun sudah beragam kulturnya, tetapi kita tetap berupaya mempertahankan Budaya kami, dengan tetap melibatkan seluruh unsur masyarakat Desa Bojonggede," tutur Dede Malvina.
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor Yudi Santosa menerangkan bahwa pelestarian warisan budaya tradisional sebagai identitas dan jati diri kesukuan sedang menghadapi tantangan serius dari perkembangan zaman, kemajuan teknologi dan informasi.
Kemajuan teknologi dan informasi juga telah mengubah pola lomunikasi dan interaksi sosial.
"Lebaran Bojonggede adalah acara yang ikut melestarikan budaya, melestarikan sikap kebersamaan dan gotong royong. Acara ini menjadi kekuatan utama dalam menjaga serta mengembangkan budaya asli Bojonggede," terang Yudi Santosa.
Yudi Santosa melanjutkan acara Lebaran Bojonggede juga mendongkrak perkenomian UMKM lokal, dimana ada 70 tenant yang mengikuti bazzar.
"Ini bukti nyata, bahwa pelestarian budaya bisa seiring dengan pengembangan ekonomi kreatif," lanjutnya.
Editor : Doni Ramdhani


