Legislatif Minta Pengolahan Limbah Diperhatikan Pelaku Industri Kulit Garut

Wakil Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat Lina Ruslinawati mengapresiasi industri kulit Garut yang telah mengalami perkembangan positif, namun dia mengingatkan hal itu harus diimbangi dengan baiknya pengelolaan limbah.

Legislatif Minta Pengolahan Limbah Diperhatikan Pelaku Industri Kulit Garut

INILAHKORAN, Bandung - Wakil Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat Lina Ruslinawati mengapresiasi industri kulit Garut yang telah mengalami perkembangan positif, namun dia mengingatkan hal itu harus diimbangi dengan baiknya pengelolaan limbah.

Pengelolaan limbah kulit yang harus benar, kata Lina, di antaranya terkait aroma dari limbah kulit yang mengganggu wilayah di sekitar perajin kulit.

"Pengolahan limbah ini jangan dianggap hal yang sepele, kita harus serius dalam hal ini," kata Lina dalam keterangan di Bandung, Minggu 17 Juni 2024.

Baca Juga : Bak Konser Musik, 20 Ribu Masyarakat Tumpah Ruah Hadiri Gelaran Sumedang Fest

Dalam hal pengolahan limbah ini, lanjut Lina, pemerintah daerah juga harus berperan dalam mencari solusi agar hal itu dapat segera dilakukan dengan langkah konkret.

Karena, kata dia, tidak mungkin hanya dilakukan oleh pelaku usaha dan pemerintah daerah belaka, di samping itu, pengolahan limbah berbahaya cukup memerlukan biaya yang besar.

"Perlu keterlibatan pemerintah pusat untuk menangani pengolahan limbah tersebut," ujarnya.

Baca Juga : Tentramnya Mudhohi, Bahagianya Mustahik: Kurban Berkah Baznaz Jabar 2024

Di samping itu, Lina juga menilai upaya inovasi dan peningkatan kualitas serta peran serta pemerintah daerah dalam memperkenalkan industri perkulitan, membuat komoditas asal Garut itu makin dikenal di kancah internasional.

Halaman :


Editor : Ahmad Sayuti