INILAH,Bandung- Sejumlah wisatawan mengisi libur imlek dengan mengunjungi berbagai objek wisata di Bandung Selatan. Salah satunya di pemandian air panas Ciwalini, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Selasa (5/2).
Sejak pagi kawasan objek wisata pemandian air panas Ciwalini terlihat ramai dikunjungi wisatawan.
Mereka ingin menikmati libur imlek dengan melepas penat dengan berwisata ke pemandian air panas sekaligus menikmati indahnya panorama alam pegunungan yang didominasi oleh hamparan kebun teh.
"Sengaja datang dari Tangerang buat liburan imlek di tempat ini. Disini sejuk, indah dan menyenangkan bisa berendam air panas di Ciwalini,"kata Monica (45) salah seorang wisatawan lokal asal Tangerang, Selasa (5/2/19).
Monica datang bersama keluarganya sengaja untuk menikmati libur imlek. Objek wisata pemandian air panas Ciwalini menjadi pilihan ia dan keluarga.
Karena dengan harga yang terjangkau wisatawan sudah bisa menikmati keindahan alam Bandung Selatan. Tak hanya itu saja, berbagai ilmu pengetahuan tentang alam, khususnya soal gunung merapi bisa dikenalkan kepada anak anaknya.
"Kami sering datang kesini, yah seperti musim libur ini. Kawasan wisata Bandung Selatan memang sangat menarik dan enggak bosan. Yah salah satunya ke objek wisata pemandian air panas Ciwalini ini," ujarnya.
Kepala Agro Wisata Walini, Ade Yuyun Rahayu mengatakan, pada libur imlek ini dikunjungi oleh kurang lebih 1500 wisatawan. Mereka datang dari berbagai daerah di, diantaranya Jakarta, Tangerang, Serang, Bekasi dan lain. Selain berendam di kolam air panas, para wisatawan juga banyak yang menginap bungalow dan rumah kayu Walini yang memang disediakan oleh pengelola.
"Alhamdulilah kunjungan wisatawan saat libur imlek ini cukup lumayan. Selain di kolam pemandian air panas yang penuh, bungalow dan rumag kayu yang kami siapkan pun semuanya penuh. Kebanyakan wisatawan yang datang kesini lokal,"ujarnya.
Ade melanjutkan, objek wisata pemandian air panas Ciwalini bersumber mata air panas dari Gunung Patuha. Beberapa mata air panas tersebut, konon katanya terbentuk setelah Gunung Patuha meletus pada tahun 1836 lalu. Air panas yang mengandung belerang ini disalurkan ke kolam penampungan dan dikelola sebagai objek wisata pemandian air panas Ciwalini.
"Kalau musim hujan justru airnya lebih panas dan itu bagus untuk terapi kesehatan. Kalau disini airnya ada tiga sumber yakni mata air Citambaga, Citambleug dan Ciengang. Alhamdulilah enggak pernah kering airnya," kata Ade.