Liburan ke Jepang Tanpa Izin, Bupati Lucky Hakim Dikritik: Buya Yahya Ingatkan Bahaya Janji Politik
Buya Yahya menyinggung perilaku pemimpin yang kerap mengabaikan komitmen politik mereka setelah terpilih.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Nama Bupati Indramayu, Lucky Hakim, tengah menjadi sorotan publik usai diketahui melakukan perjalanan ke Jepang tanpa izin resmi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Aksinya ini memicu reaksi keras, terutama setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut angkat bicara mengenai tindakan tersebut.
Sebagai pejabat publik, liburan ke luar negeri tanpa izin dianggap melanggar aturan, terutama Pasal 76 ayat 1 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Tindakan Lucky Hakim pun dinilai tidak etis dan menyalahi prosedur administratif yang seharusnya ditaati oleh seorang kepala daerah.
Kejadian ini mengundang kembali perbincangan tentang integritas pemimpin, terutama dalam menepati janji-janjinya kepada masyarakat. Salah satu yang turut menyuarakan pendapat adalah ulama ternama, Buya Yahya.
Dalam salah satu kajian yang ditayangkan di kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menyinggung perilaku pemimpin yang kerap mengabaikan komitmen politik mereka setelah terpilih.
Buya Yahya menekankan pentingnya seorang pemimpin untuk memegang teguh janji-janjinya, apalagi yang telah diucapkan di hadapan masyarakat saat kampanye. Ia memperingatkan, jika pemimpin meremehkan amanah yang telah diberikan, maka kepercayaan rakyat akan luntur.
"Kalau seorang pemimpin merasa janji politik tidak perlu ditepati, berarti dia sedang merusak citra seluruh pemimpin. Seolah-olah semua wakil rakyat itu pembohong," ungkap Buya Yahya.
Lebih lanjut, Buya Yahya mengingatkan bahwa pemimpin seperti ini tak hanya merugikan diri sendiri, tapi juga merusak kepercayaan publik secara umum. Ia juga mengimbau agar para pemimpin bersikap jujur, meski dihadapkan pada keterbatasan.
"Kalau belum mampu, jangan berjanji. Tapi jika sudah berjanji, maka wajib berusaha untuk menepatinya. Jangan biarkan rakyat merasa dibohongi, karena itu akan menciptakan pemimpin yang dianggap pengkhianat," ujarnya.
Menurut Buya Yahya, kejujuran dan kesungguhan dalam menjalankan amanah adalah fondasi utama bagi pemimpin yang diridhoi. Ia bahkan menyebut, pemimpin yang memegang teguh nilai tersebut dapat digolongkan sebagai ahli surga.
Kasus Lucky Hakim menjadi pengingat penting bagi para pemimpin daerah lainnya untuk bersikap transparan dan bertanggung jawab, serta tidak menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan oleh rakyat.
Editor : Firda Rachmawati

