Liga Santri Bandung Barat 2022 Digelar Guna Jaring Bibit Muda Berbakat di Lingkungan Pesantren KBB

Puluhan santri dari 16 kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal berlaga pada kompetisi Liga Santri Bandung Barat 2022 yang digelar Pemkab Bandung Barat.

Liga Santri Bandung Barat 2022 Digelar Guna Jaring Bibit Muda Berbakat di Lingkungan Pesantren KBB
Liga Santri Bandung Barat 2022 tersebut sengaja dihelat untuk menjaring bibit-bibit muda di bidang olahraga sepakbola di lingkungan pondok pesantren di wilayah KBB. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Puluhan santri dari 16 kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal berlaga pada kompetisi Liga Santri Bandung Barat 2022 yang digelar Pemkab Bandung Barat.

Liga Santri Bandung Barat 2022 tersebut sengaja dihelat untuk menjaring bibit-bibit muda di bidang olahraga sepakbola di lingkungan pondok pesantren di wilayah KBB.

"Memang kita ingin menggali potensi bibit atlet yang ada di pondok pesantren. Sebab, di ponpes itu banyak potensi yang luar biasa," kata Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan usai membuka Liga Santri Bandung Barat 2022 di Trend Futsal Jalan Raya Caringin, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, KBB, Senin 5 Desember 2022.

Menurutnya, selain potensi di bidang keagamaan, para santri pun sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa di bidang olahraga.

"Oleh karenanya, tahun ini kita betul-betul memanjakan para santri mulai dari perayaan Hari Santri Nasional dan lain sebagainya," tuturnya.

Ia berharap, dengan adanya Liga Santri Bandung Barat 2022 ini bisa muncul atlet-atlet berbakat dari kalangan santri yang ada di KBB.

"Insya Allah, Liga Santri Bandung Barat akan kita rutinkan dan tahun depan akan kita anggarkan kembali karena kita ingin para santri juga bisa ikut tampil," ujarnya.

Lantaran Liga Santri Bandung Barat 2022 ini baru kali pertama dihelat maka Piala Bupati Bandung Barat untuk kali ini tidak bergilir.

"Kalau piala bergilir boleh sih, masih ada waktu untuk mempersiapkan," imbuhnya.

Ia menambahkan, hari ini secara bertahap pihaknya pun memberikan bantuan ketahanan pangan berupa kolam ikan dan bibit ikan.

"Kita berikan bibit ikan sebagai bagian dari program ketahanan pangan di pondok pesantren agar bisa dimanfaatkan, dikonsumsi dan dikembangkan. Kemudian, sisanya bisa dijual untuk bisa bernilai ekonomi," pungkasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani