INILAH, Bandung-Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Perhubungan beserta Polrestabes Bandung kembali melakukan rekayasa jalan. Kali ini perubahan alur kendaraan dilakukan di kawasan Antapani, tepatnya di sepanjang Jalan Terusan Jakarta.
Rekayasa dilakukan di lima titik yang dinilai sebagai penyebab kemacetan di sepanjang Jalan Terusan Jakarta. Kelima titik tersebut biasa digunakan sebagai celah untuk memutar arah, sehingga kerap terjadi penumpukana kendaraan.
Titik pertama yakni di kses masuk Jalan Layang Pelangi di dekat pusat perbelanjaan Lucky Square. Di tempat ini keberadaan barrier diperpanjang sehingga diharapkan menghalau kendaraan memotong dari arah Jalan Babakan Surabaya.

Tidak jauh dari lokasi tersebut, barrier juga kembali dijejerkan menutupi celah yang biasa dipakai untuk memutar arah atau berbelok langsung ke Jalan Atlas. Barrier dipasang penuh menutupi celah trotoar di titik ini.
Kemudian penutupan celah juga dilakukan di depan Jalan Sulksana. Barrier dipasang sejajar menyambung trotoar yang terputus di Jalan Terusan Jakarta.
Penutupan cukup signifikan dilakukan di belokan menuju Jalan Purwakarta. Barrier memanjang cukup banyak berjejer menutupi seluruh celah di Jalan Terusan Jakarta sehingga tidak bisa dilalui kendaraan sekalipun oleh roda dua.
Lebih lanjut rekayasa dilakukan di Jalan Golf Barat Raya. Yakni, kendaraan dari arah Arcamanik diarahkan berbelok memasuki Jalan Puri Dago guna memutar sebelum ke Jalan Terusan Jakarta. Sementara dari arah Jalan Terusan Jakarta praktis menjadi satu jalur saja ketika masuk ke Jalan Golf Barat Raya hingga persimpangan Jalan Puri Dago

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana yang memimpin langsung rekayasa jalan mengatakan bahwa keputusan untuk merubah pola jalan ini sudah melalui kajian. Bahkan telah dikoordinasikan bersama sejumlah pihak terkait.
"Kajian sudah dilakukan Dishub dan Polrestabes punya aplikasi untuk kajian ini, dengan Polda Jabar Dishub Jabar juga dengan PU (Dinas Pekerjaan Umum) berbagai stakeholder lah," kata Yana di Terusan Jalan Jakarta, Bandung, Senin (14/1).

Dari hasil kajian tersebut, Yana memaparkan bahwa rekayasa yang dilakukan di lima titik tersebut mampu mengurai banyak antrian kendaraan. Setidaknya, dari sekian banyak yang ditutup hanya menyisakan satu titik merah atau titik kemacetan.
"Saya detilnya kurang tau titik merahnya bergeser lah, jadi tadinya titiknya empat sekarang hanya satu. Saya pikir lebih baik melakukan upaya daripada tidak melakukan upaya apa-apa. Satu titik merahnya di Puri Dago," tandasnya.