Literasi Keuangan di Generasi Z Harus Terus Ditingkatkan
Ketua Program Studi Akuntasi Syafrizal Ikram mengatakan, generasi Z kadangkala berpikir instans dan praktis sehingga berdampak pada keputusan termasuk di wilayah keuangan. Ia menilai literasi keuangan untuk kalangan mahasiswa sangat bagus.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandunt - Universitas Widyatama merespons, positif kegiatan literasi keuangan yang digelar media Inilah koran bekerja sama dengan Otoritas Jasa keuangan (OJK) dan Satgas Anti Rentenir Kota Bandung, Selasa 26 November 2024. Mereka menilai, literasi keuangan di kalangan generasi Z harus terus ditingkatkan.
Ketua Program Studi Akuntasi Syafrizal Ikram mengatakan, generasi Z kadangkala berpikir instans dan praktis sehingga berdampak pada keputusan termasuk di wilayah keuangan. Ia menilai literasi keuangan untuk kalangan mahasiswa sangat bagus.
"Bagaimana generasi-generasi muda dan generasi Z, minimal kita akan memberikan sosialisasi-sosialisasi tentang bagaimana menanggapi, merespon, pinjaman-pinjaman online, tetap ada berpikir yang praktis ada yang berpikir kritis gitu ya," kata Syafrizal Ikram.
Ia menilai, mahasiswa harus berpikir saat memutuskan apakah menggunakan pinjaman online atau tidak. Sehingga diharapkan mereka tidak terjebak pada pinjol.
"Dengan adanya seminar ini, harapan kita dari kampus. Mahasiswa mulai bisa berpikir, bahwa setiap informasi yang didapat terkait dengan pinjol itu sudah bisa menganalisis mana yang baik, mana yang buruk. Jadi literasi penting kepada generasi muda mahasiswa," ucapnya.
Sementara itu, CEO Torch Ben Wirawan mengatakan, minat generasi muda untuk berusaha mengalami kenaikan terlebih ditunjang oleh digitalisasi. Ia menilai, digitalisasi menurunkan modal awal saat berusaha.
"Dengan proses digitalisasi kan, sebenarnya itu menekan kebutuhan modal di awal ya. Tidak perlu sewa toko sendiri, mereka bisa mulai hari pertama ada ide dan bisa mulai menjual. Jadi sebenarnya kalau secara minat sebenarnya tinggi," kata Ben Wirawan.
Ia menuturkan, bahwa ke depan yang perlu ditingkatkan yaitu kapasitas atau skill. Ia menekankan materi digitalisasi ini harus sejak dini disampaikan kepada generasi muda.
Keberadaan pinjol pun dapat dimanfaatkan untuk usaha. Namun begitu, ia mengingatkan penggunaan pinjol harus yang legal dan mengikuti aturan yang berlaku.
"Sebenarnya pinjol yang sama, yang bisa digunakan untuk produktif, yang syarat-syaratnya masuk akal, yang di bawah OJK, yang tata laksananya bagus," ucapnya.
Pihaknya pun mengingatkan, agar tidak menggunakan pinjol ilegal dengan syarat tidak masuk akal dan digunakan untuk kebutuhan komsumtif. Sebab hanya akan memberikan dampak negatif. ***
Editor : Ahmad Sayuti

