Ini Kata Atalia Soal Kasus Bullying di Subang, Agar Tidak Terulang
Kejadian memilukan kembali terjadi di Jawa Barat, setelah ARO (9), anak kelas 3 SDN Jayamukti, Kabupaten Subang meninggal dunia, usai menjadi korban bullying atau perundungan kakak kelasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kejadian memilukan kembali terjadi di Jawa Barat, setelah ARO (9), anak kelas 3 SDN Jayamukti, Kabupaten Subang meninggal dunia, usai menjadi korban bullying atau perundungan kakak kelasnya.
Menyikapi hal ini, Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat DPR Atalia Praratya mengatakan, masalah perempuan dan anak tidak akan pernah selesai selama manusia ada.
Cara mencegahnya kata dia, adalah dengan memassifkan edukasi, sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat, untuk sama-sama menjaga.
Pemerintah lanjut dia, sudah berusaha keras untuk mencegahnya. Namun ada wilayah khusus yang tidak dapat dimasuki oleh pemerintah, tetapi dapat diselesaikan.
"Yaitu keluarga. Maka kita harus fokus, bagaimana peningkatan terkait dengan pengetahuan, kemudian proses-proses yang dilakukan, ketika terjadi hal-hal yang berkaitan dengan masalah bullying," ujar Atalia di Kota Bandung, Selasa 26 November 2024.
Pemerintah pusat melalui Kementerian PPPA dan DPR RI sejatinya telah menyiapkan hotline khusus, SAPA 129 untuk merespon terjadinya kasus bully.
Demikian pula pemerintah daerah, khususnya di Jabar yang juga sejatinya telah memiliki Satgas PPPA untuk mendampingi.
Hanya saja, upaya tersebut tidak akan maksimal tanpa ada kontribusi dan perhatian dari masyarakat.
Dia pun berharap pemerintah daerah, untuk terus mengawal kasus di Subang ini supaya tidak lagi terulang.
"Sehingga akan menjadi pembelajaran bagi yang lainnya. Jangan sampai terjadi lagi. Pendampingan dan menumbuhkan rasa percaya diri pada anak-anak itu perlu kita kuatkan," tandasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

