Putus Rantai Perundungan: Polwan Polda Jabar Rangkul Pelajar Minta Berani Bicara
Maraknya kasus kekerasan di lingkungan pendidikan mendorong Polda Jabar mengambil langkah proaktif dalam membendung perilaku perundungan (bullying).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Maraknya kasus kekerasan di lingkungan pendidikan mendorong Polda Jabar mengambil langkah proaktif dalam membendung perilaku perundungan (bullying).
Melalui program Polwan Goes to School, srikandi kepolisian menyasar ratusan pelajar di SMA 8 Bandung untuk memperkuat benteng pencegahan kekerasan sejak dini, belum lama ini.
Kegiatan bertema “Menjadi Remaja yang Aman, Sehat, dan Bertanggung Jawab” yang diselenggarakan dalam rangka HUT ke-78 Polwan ini memfokuskan materi pada pemahaman mendalam terkait bentuk-bentuk bullying, kekerasan seksual, hingga bahaya kekerasan seksual berbasis elektronik yang kerap mengintai remaja.
Kasubdit Ditres PPA dan PPO Polda Jabar Kompol M Dewi Candra menegaskan, pencegahan bullying tidak hanya sebatas mengenali tindakan fisik, tetapi juga membangun kesadaran diri agar tidak menjadi pelaku maupun korban di dunia nyata dan digital.
"Dalam kesempatan tersebut, para siswa juga dibekali mekanisme penanganan perkara serta perlindungan hak korban," katanya, Sabtu (29/8/2026).
Dewi menuturkan untuk memperkuat pencegahan berbasis komunitas sekolah, Polda Jabar turut mempopulerkan program Rise and Speak serta Jaga Rawat Jawa Barat.
Melalui ruang diskusi interaktif, sebanyak 540 siswa kelas XI diajak untuk membuang rasa takut dan berani bersuara apabila melihat atau mengalami tindakan perundungan di sekitar mereka.
Sementara itu, Kepala SMAN 8 Bandung Yudin Wahyudin menyambut positif langkah edukatif ini sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem belajar yang ramah dan kondusif bagi para siswa.
“Edukasi pencegahan bullying ini sangat krusial bagi anak-anak kami. Kami berharap kolaborasi bersama Polda Jabar dapat membangun kesadaran para siswa untuk saling menjaga, menghargai, dan bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta bebas dari kekerasan,” ungkap Yudin.
Terpisah, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menyampaikan keterlibatan Polwan di sekolah merupakan bentuk ikhtiar nyata dalam memutus rantai kekerasan anak di lingkungan pendidikan.
“Melalui Polwan Goes to School, kami mengajak para pelajar untuk mengenali, mencegah, dan berani menyampaikan apabila menemukan kekerasan maupun bullying. Sekolah yang aman membutuhkan kepedulian dan peran bersama,” ujar Hendra.
Polda Jabar berharap pencegahan terstruktur ini dapat melahirkan kesadaran kolektif di kalangan generasi muda, sehingga sekolah benar-benar menjadi ruang aman yang bebas dari segala bentuk intimidasi dan perundungan.
Editor : Doni Ramdhani

