Literasi Keuangan Masyarakat Masih Rendah

Kepala Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional (KR) 2 Jabar Riwin Mihardi mengatakan, sejauh ini literasi keuangan di Tanah Air relatif masih rendah.

Literasi Keuangan Masyarakat Masih Rendah
INILAH, Bandung - Kepala Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional (KR) 2 Jabar Riwin Mihardi mengatakan, sejauh ini literasi keuangan di Tanah Air relatif masih rendah.
 
"Dari total populasi, literasi keuangan di kita masih sekitar 30%. Sedangkan, inklusi keuangan mencapai 70%," kata Riwin saat Edukasi Literasi Perencanaan Keuangan di SMAN 10 Kota Bandung, Kamis (15/11/2018).
 
Menurutnya, literasi keuangan itu peranannya penting. Sebab, literasi keuangan ini berkaitan dengan pengetahuan tentang lembaga jasa keuangan dan produk jasa keuangan. Termasuk di dalamnya pengetahuna mengenai fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan.
 
Terkait inklusi keuangan, Riwin menyebutkan 70% dari total populasi penduduk itu memiliki rekening di lembaga jasa keuangan. Namun, hanya separuh di antaranya yang memahami produk jasa keuangan.
 
Dia menyambut positif dengan adanya Edukasi Literasi Perencanaan Keuangan Bagi Guru Ekonomi di SMAN 10 Kota Bandung yang dilakukan Bhinneka Life. Gelaran itu merupakan peran serta industri jasa keuangan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Sebab, peningkatan literasi keuangan itu sebagai tanggung jawab bersama antara OJK dan industri jasa keuangan.
 
"Edukasi literasi kepada guru-guru ini diharapkan nantinya bisa berlanjut. Mereka (para guru) bisa mengajarkan kepada murid-muridnya terkait pengelolaan dan perencanaan keuangan yang baik," ucapnya.


Editor : inilahkoran