LKSA INH Bangun dan Kelola Sekolah Rakyat, Pemkab Bogor Siapkan Lahannya?
Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) International Networking for Humanitarian (INH) melakukan rapat kerja kedua pada 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) International Networking for Humanitarian (INH) melakukan rapat kerja kedua pada 2025.
Mereka mengevaluasi target kerja yang belum tercapai, sambil juga menyusun target kerja pada 2026 mendatang.
"Selama dua hari, Jumat dan Sabtu kemarin kami LKSA melakukan Raker, kami melakukan evaluasi, sambil mematangkan rencana kerja untuk Tahun 2026 mendatang," kata Presiden Direktur INH Luqmanul Hakim, Minggu 23 November 2025.
Luqmanul Hakim menerangkan, LKSA ke depan bukan hanya merawat anak yatim, piatu dan dhuafa, tetapi juga membantu pemerintah akan atau dalam membangun dan mengelola sekolah rakyat.
"Semoga, kami bisa membangun dan mengelola sekolah rakyat agar kami bisa lebih berguna dalam melayani anak yatim, piatu dan dhuafa hingga nantinya bisa membantu mengentaskan angka kemiskina di Kabupaten Bogor," terang Luqmanul Hakim.
Sedangkan, Ketua LKSA INH Istiqomah menuturkan membangun sekolah rakyat adalah cita-citanya.
Dengan sekolah rakyat, nantinya anak yatim, piatu dan dhuafa bisa dibina ahlak dan ditingkatkan ketrampilan hidupnya hingga mereka bisa hidup mandiri dan keluar dari jurang kemiskinan.
"Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan amal jariyah. Oleh karena itu, kami ingin membentuk generasi tangguh, generasi penerus bangsa Indonesia, selain juga mengentaskan angka kemiskinan," tutur Istiqomah.
Smeentara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor Farid Ma'ruf mengatakan LKSA INH bisa saja memanfaatkan lahan prasarana sarana utilitas (PSU) milik Pemkab Bogor dan membangun sekolah rakyat.
"Pemkab Bogor bisa saja bekerjasama dengan seluruh LKSA, termasuk INH dalam membangun dan mengelola sekolah rakyat. Saya senang mereka punya kemauan, semangat dan tenaga membantu kami dalam mengentaskan kemiskinan di Bumi Tegar Beriman," kata Farud Ma'ruf.
Editor : Doni Ramdhani


