Lulusan SMK Penyumbang Tertinggi Pengangguran di Jabar

INILAH, Bogor - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menginginkan SMA, SMK, maupun SLB berperan dalam mengurangi angka pengangguran di Jawa Barat yang jumlahnya masih lebih tinggi dari prov

Lulusan SMK Penyumbang Tertinggi Pengangguran di Jabar
Ilustrasi

INILAH, Bogor - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menginginkan SMA, SMK, maupun SLB berperan dalam mengurangi angka pengangguran di Jawa Barat yang jumlahnya masih lebih tinggi dari provinsi lainnya.

Mantan Bupati Tasikmalaya ini menuturkan dari hasil survei dirinya bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sewaktu masih menjadi calon, walaupun perusahaan dan kampus banyak ternyata penyumbang terbanyak angka pengangguran adalah lulusan SMK.

"Ketika pemerintah mengeluarkan Surat Keputusan SMK adalah untuk mengurangi angka pengangguran, tetapi kenyataan di lapangan ternyata angka pengangguran penyumbang terbesarnya adalah lulusan SMK," tutur Uu kepada wartawan di Cibinong Kabupaten Bogor, Jumat (15/2/2019).

Menyikapi hal itu, Dia menginginkan situasi berubah dan Pemprov Jawa Barat berencana akan memperbaiki kualitas dunia pendidikan khususnya tingkat SMA baik itu dari segi pendidikan maupun dari segi moral.

"Di masa kepemimpinan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum kualitas dunia pendidikan akan ditingkatkan karena dari bidang pendidikan, ekonomi, dan kesehatan masyarakat juga pasti meningkat," sambungnya.

Politisi PPP itu, lalu menjelaskan pada awal kemerdekaan, Malaysia belajar bidang pendidikan ke Indonesia namun kini terbalik, kita bangga apabila anak-anak kita belajar ataupun kuliah di Malaysia.

"Setelah 60 tahun kita merdeka dunia pendidikan kita tertinggal dari Malaysia, nasib suatu bangsa bergantung pada bidang pendidikan, oleh karena itu saya mengimbau agar guru bersama-sama membalikkan situasi dan kondisi hari ini," jelas Uu.

Dia berharap guru dalam memberikan ilmu kepada siswa-siswi tidak hanya fokus pada disiplin ilmunya, tetapi juga mampu membuka pola pikir dan paradigma anak didiknya.

"Guru harus membuka pola pikir anak didiknya, seperti sebelum habis waktu mengajar para guru menceritakan situasi dunia kerja maupun dunia usaha saat ini. Sehingga ketika siswa-siswi lulus, mereka lebih siap menghadapi dunia kerja dan usaha. Mulai dari sekarang guru harus gaul dengan pengusaha sukses, anggota dewan, kepala daerah dan lainnya agar hasil pergaulan tersebut bisa disampaikan kepada para anak didiknya," harapnya.

Suami dari Lima Marlina  ini melanjutkan guru juga harus bisa menemukan dan mengembangkan potensi anak didiknya, lalu diarahkan agar mereka sukses  akhirat dan dunia.

"Sebagai kepala daerah, kami minta bantuan para guru untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul hingga penyerapan tenaga kerja lulusan SMA dan SMK meningkat. Kalau perlu, Pemprov Jawa Barat akan bantu membuat MoU penyerapan tenaga kerja antara perusahaan, pihak sekolah, dan pemerintah daerah,"  lanjutnya. (Reza Zurifwan)


Editor : inilahkoran