M Farhan : Nasdem Masih Fokus Konsolidasi Internal Partai
Bakal calon wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan konsolidasi internal Partai Nasdem. Sebab, dirinya mengaku telah menerima surat dari badan pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Nasdem untuk melakukan konsolidasi internal.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILANKORAN, Bandung - Bakal calon wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan konsolidasi internal Partai Nasdem. Sebab, dirinya mengaku telah menerima surat dari badan pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Nasdem untuk melakukan konsolidasi internal.
“Kedua membangun koalisi bersama dengan partai-partai lain yang ada di Kota Bandung,” kata Muhammad Farhan, Minggu 23 Juni 2024.
Ia mengaku, membutuhkan dukungan dari para petinggi dan pengurus internal Partai Nasdem.
“Yang kenal struktur tentu ketua dan para pengurus, dan yang bisa berkomunikasi dengan partai lain selain saya, tentu dari partai juga karena nanti akan menandatangani surat B-1 KWK nya tentu harus dari partai,” ucapnya.
Farhan menuturkan, telah melakukan komunikasi dengan seluruh calon wali Kota Bandung dan telah menemukan kecocokan. Baik secara personal pun sudah terjalin dengan baik.
“Alhamdulillah nya, bisa ditanya ke semua. Saya sudah berkomunikasi dengan semuanya, tetapi keputusan final koalisi tetap harus ada di ketua umum partai. Kita tinggal menunggu keputusan dari ketua umum partai, kita akan berkoalisi dengan partai mana,” ujar dia.
Tak hanya itu, pihaknya menyampaikan bahwa Partai Nasdem telah melakukan komunikasi dengan seluruh partai. Namun, yang resmi di umumkan baru PKB dan PKS.
“Kalau dengan partai-partai lain secara komunikasi mah sudah informal. Tapi nanti dalam bentuk pertemuan-pertemuan, nanti kita akan susun jadwalnya. Saya ikut arahan dari ketua Partai Nasdem Kota Bandung,” ucapnya.
Farhan mengemukakan, pihaknya saat ini akan tetap fokus untuk konsolidasi di internal. Sebab, pihaknya punya jaringan di kecamatan dan kelurahan serta akan mengaktifkan jaringan-jaringan sampai tingkat RW.
“Karena sekarang ini jumlah TPS hanya 3.594. Jadi per TPS itu sekitar 600 orang. Nah ini pun kita harus mulai membangun yang namanya regu penggerak pemilih, rekrutmen saksi sudah ada ancang-ancang nya dari sekarang itu bagian dari usaha konsolidasi internal,” ujar dia.***
Editor : JakaPermana

