Madrid vs Arsenal Leg 2 Liga Champions, Myles Lewis-Skelly Samai Rekor Cesc Fabregas
Myles Lewis-Skelly mencatat sejarah baru. Tampil pada laga Madrid vs Arsenal leg 2 Liga Champions, dia jadi salah satu pemain termuda yang pernah dimainkan Arsenal di babak sistem gugur.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Myles Lewis-Skelly mencatat sejarah baru. Tampil pada laga Arsenal'>Madrid vs Arsenal leg 2 Liga Champions, dia jadi salah satu pemain termuda yang pernah dimainkan Arsenal di babak sistem gugur.
Pertandingan Real Arsenal'>Madrid vs Arsenal leg 2 Liga Champions sedang berlangsung di Stadion Bernabeu, Madrid.
Laga Real Arsenal'>Madrid vs Arsenal leg 2 Liga Champions akan menentukan siapa yang akan maju ke semifinal Liga Champions.
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta membuat kejutan dengan memainkan Myles Lewis-Skelly sebagai salah satu starternya dalam pertandingan ini.
Dengan begitu, Myles Lewis-Skelly menjadi satu dari dua pemain Arsenal di bawah usia 18 tahun yang pernah tampil di ajang sistem gugur Liga Champions.
Sebelumnya, Arsenal pernah memainkan Cesc Fabregas dalam usia di bawah 18 tahun di babak sistem gugur Liga Champions. Dia melakukannya pada Februari 2006.
Setelah itu, giliran Max Meyer yang mendapat kesempatan itu lebih dari 10 tahun yang lalu. Saat itu, dia main membela Schalke 04 pada Maret 2014.
Mikel Arteta tetap akan mempertahankan formasi pemain dengan gaya menyerang pada pertandingan Real Arsenal'>Madrid vs Arsenal leg 2 Liga Champions meski bermain di kandang lawan, Stadion Santiago Bernabeu.
Dia sepertinya tak terpengaruh dengan posisi yang sudah unggul cukup mengesankan 3-0 pada laga pertama dan tetap memainkan formasi dengan sejumlah pemain menyerang.
Di lini depan, Martinelli yang tampil mengesankan pada pertemuan pertama, tetap dia pertahankan. Martinelli akan banyak bergerak di sektor kanan pertahanan lawan sehingga bisa menghadirkan ancaman bagi Lucas Vazquez.
Tak hanya Martinelli, di sektor serangan sayap lain Mikel Arteta juga menghadirkan ancaman bagi tuan rumah. Dia adalah Bukayo Saka yang memiliki pergerakan lincah.
Duet penyerang sayap Martinelli dan Saka bakal bahu-membahu dengan penyerang tengah, Mikel Merino yang dipasang. Merino adalah pemain asal Spanyol sehingga paham kekuatan Real Madrid.
Untuk mendukung lini depan itu, Arteta tetap memainkan gelandang dengan gaya menyerang yang kuat. Mereka adalah Declan Rice, Thomas Partey, dan Maartin Odegard.
Sedangkan sebagai pengawal lini belakang, Arteta memasang empat pemain yang bisa meredam lini depan Real Madrid. William Saliba dimainkan berduet dengan Jakub Kiwior di jantung pertahanan.
Ada pun di sektor bek sayap kanan, Jurrien Timber dapat kepercayaan Arteta. Sementara di kiri dimiankan Lewis Skelly. (*)
Editor : Zulfirman


