Mahasiswa Asal KBB Tak Bisa Pulang dari Kairo Mesir, Hengki Kurniawan Instruksikan Disdik untuk Membantu
Nasib mahasiswa asal KBB tak bisa pulang dari Kairo Mesir mendapat perhatian Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Nasib mahasiswa asal KBB tak bisa pulang dari Kairo Mesir mendapat perhatian Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan.
Dia angkat suara terkait persoalan yang tengah membelit Muhammad Ridwan (23) mahasiswa asal KBB tak bisa pulang dari Kairo Mesir. Tepatnya, mahasiswa itu berasal dari Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Nasib mahasiswa asal KBB tak bisa pulang dari Kairo Mesir tersebut menimpa lantaran kondisi perekonomian keluarganya yang tidak memungkinkan untuk memulangkan putranya yang sudah tujuh bulan menetap di asramanya.
"Pertama saya mengucapkan selamat kepada Muhammad Ridwan terkait prestasi yang baik, mudah-mudahan bisa membanggakan dan bermanfaat bagi KBB," kata Hengki saat ditemui, Selasa 15 Agustus 2023.
Dia menjelaskan, terkait bantuan yang dimaksud sampai hari ini memang secara resmi atau dirinya pribadi belum menerima surat dari keluarga yang bersangkutan untuk kepulangan beliau. Sehingga, untuk menindaklanjuti perlu pengajuan.
Kendati demikian, hari ini dirinya meminta Kepala Dinas Pendidikan untuk berkomunikasi dan membantu agar mahasiswa asal KBB tak bisa pulang dari Kairo Mesir itu bisa kembali ke rumah.
"Intinya, Insyaallah bisa kita bantu, tapi saya mohon setiap pengajuan itu tahapan administrasinya bisa ditempuh secara resmi," ujarnya.
"Jadi, kemudian melalui orang lain atau melalui WhatsApp. Karena kalau untuk kontak nomor publik biasanya ada sekian ribu yang tidak terbaca atau misalnya admin belum menyampaikan sehingga tidak terbalas," sambungnya.
Namun, lanjut Hengki, kalau suratnya resmi itu lebih mudah untuk ditindaklanjuti dan mendisposisikan ke dinas terkait.
Ke depan, bagi para pihak yang memohon bantuan kepada pemerintah prosedurnya harus ditempuh.
"Nah, edukasi-edukasi ini yang harus kita sampaikan kepada masyarakat supaya pertanggungjawabannya jelas," jelasnya.
Sebab, banyak masyarakat atau kelompok yang mengajukan permintaan tapi tidak proaktif dalam membuat permohonan baik proposal.
"Kadangkala sebagai pejabat kita butuh proaktif dari pihak yang memohon bantuan. Alhamdulillah sejauh ini setiap proposal yang masuk ke saya selalu di disposisi ke dinas terkait," paparnya.
Termasuk, tambah Hengki, meminta dinas terkait untuk membantu mereka yang membutuhkan sesuai kemampuan anggaran.
"Saya rasa banyak kegiatan yang dibantu oleh pemerintah. Ini yang harus masyarakat tahu, jangan sampai masyarakat menilai pemerintah tidak responsif," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Muhammad Ridwan (23) seorang warga Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terpaksa belum bisa pulang ke tanah air usai menyelesaikan kuliahnya di Universitas Al Azhar, Kota Kairo, Mesir.
Kondisi tersebut disampaikan sang ayah Sopyan Ganda Ridwan yang berharap bantuan dari pemerintah agar bisa memulangkan anaknya kembali ke tanah air dan berkumpul bersama keluarga.
"Tujuh bulan lalu anak saya (Ridwan) di wisuda. Harusnya setelah beres, langsung pulang ke Indonesia," ungkap Sopyan kepada wartawan, Selasa 15 Agustus 2023.
"Tapi karena saya tak punya uang buat ongkos pesawat, Ridwan sampai sekarang tidak bisa pulang," sambungnya.
Sopyan menyebut, untuk sementara dia (Ridwan) tinggal di asrama yang dihuni mahasiswa Indonesia.
Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai pengemudi ojek online ini mengaku, memiliki penghasilan berkisar antara Rp 75 ribu sampai Rp 100 ribu per hari.
"Dengan penghasilan sebesar itu saya gak sanggup untuk menyiapkan ongkos pesawat terbang dari Mesir ke Indonesia," ungkapnya.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani
