Mahasiswa Jangan Terlena pada Smartphone atau Gadget, hingga Abai terhadap Ibadah

Di Kampus UIN SGD Bandung, praktik ibadah tidak sekadar melaksanakan tahapan akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa menyadari keahiratan.

Mahasiswa Jangan Terlena pada Smartphone atau Gadget, hingga Abai terhadap Ibadah
Kampus UIN SGD Bandung.

INILAHKORAN, Bandung - Di Kampus UIN SGD Bandung, praktik ibadah tidak sekadar melaksanakan tahapan akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa (kaum milenial) agar menyadari pentingnya keakhiratan.

Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Universitas Islam Gunung Djati (UIN SGD) Bandung Setia Gumilar mengatakan, mahasiswa sebagai kaum milenial sangat lekat dengan gadget atau smartphone. Ketergantungan pada smarphone seolah sudah menjadi gaya hidup.

"Kita tidak ingin mereka terlena pada hal-hal keduniaan hingga abai terhadap ibadah, terutama salat lima waktu. Kita tidak ingin mahasiswa FAH UIN SGD Bandung di saat Azan berkumandang masih main gawai (handphone) atau berkerumun di bawah pohon atau emper-emper gedung kampus,” kata Setia Gumilar pada Selasa, 28 September 2021.

Baca Juga: PTM Terbatas Jenjang SMA Bakal Dibuka 15 Persen, Siswa Tak Punya Gadget Bakal Diprioritaskan

Dia menambahkan, praktik ibadah bisa menyadarkan para mahasiswa/kaum milenial akan pentingnya keakhiratan. Oleh para pembimbing (dosen) mereka akan diberi pengetahuan, pemahaman, keterampilan, juga pembiasaan dan kesadaran sebagai seorang muslim.

"Sebab, dalam sebuah survei diungkapkan bahwa minat Salat di kalangan kaum muda muslim sangat rendah, hanya 28,7 persen saja yang selalu menunaikan Salat lima waktu, 1,2 persen tidak pernah salat, selebihnya sering dan kadang-kadang Salat," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Dekan I FAH UIN SGD Bandung Dadan Rusmana menambahkan, praktik ibadah ini merupakan kegiatan pendukung pendidikan non-SKS yang mengikat dan kelulusannya menjadi prasyarat dalam menempuh ujian komprehensif dan munaqosah. Tujuannya, agar setiap mahasiswa memiliki kompetensi dalam pelaksanaan ibadah mahdhah dan ghair mahdhah, sesuai dengan syariat Islam.

Baca Juga: UIN SGD Bandung Luncurkan Program Tracer Study 2021, Apa Itu?

Mereka dibimbing oleh para dosen sehingga secara merata mahasiswa memiliki pemahaman, apresiasi dan keterampilan dalam melaksanakan ibadah secara praktis,  juga memiliki kemampuan menggali berbagai rujukan yang digunakan dalam pelaksanaan ibadah secara praktis.

Frekuensi kegiatan praktik ibadah minimal dilakukan 10 kali, bisa secara individual atau kelompok, dilaksanakan minimal 100 menit.

“Peserta praktik ibadah adalah mahasiswa angkatan 2021/2022 yang berjumlah 721 orang, atau angkatan sebelumnya yang belum lulus. Pelaksanaannya dimulai tanggal 27 September sampai dengan 24 Desember 2021. Karena masih suasana pandemi Covid 19, kegiatan praktik ibadah dilaksanakan secara online (daring),” pungkas Dadan Rusmana. (okky adiana).***


Editor : inilahkoran