Mahasiswa UKRI Raih Juara ke-II dalam Festival Monolog Siliwangi Event 2021 Tingkat Nasional

Muhammad Haikal R Bachtiar menyabet juara II dalam Festival Monolog Siliwangi Event 2021 Tingkat Nasional

Mahasiswa UKRI Raih Juara ke-II dalam Festival Monolog Siliwangi Event 2021 Tingkat Nasional
Muhammad Haikal R Bachtiar menyabet juara II dalam Festival Monolog Siliwangi Event 2021 Tingkat Nasional,
INILAHKORAN, Bandung - Mahasiswa Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) Kota Bandung Muhammad Haikal R Bachtiar menyabet juara II dalam Festival Monolog Siliwangi Event 2021 Tingkat Nasional, dengan tema "Mengeja Artikulasi Tubuh Pandemi", secara virtual.
 
Ada sejumlah kampus yang mengikuti dalam Festival Monolog Siliwangi Event 2021 Tingkat Nasional ini. Pada ajang ini, Juara I UNESA Surabaya "Sanggar Teater Sendratasik" dan juara ketiga Teater AkeQ Institut Agama Islam Qomarudin Gresik.
 
Dalam kesempatan ini, Muhamad Haikal R Bachtiar membawakan naskah pilihan dengan judul "Jangan Terlalu Dalam" karya Iswadi Pratama. Dari cerita ini, dia mengulas tentang anak remaja yang kecanduan Gawai atau Handphone.
 
 
"Kalau saya sih, emang bakal mengira udah juara, punya mental juara aja. Jadi, perasaannya Alhamdulillah ada senang, cuma karena memang dididiknya mental juara, jadi ketika dapat juara, senang, tapi tidak terlalu senang banget. Kalau misalnya enggak juara pun, nggak apa-apa, karena udah punya mental juara," papar Muhamad Haikal R Bachtiar yang juga masuk ke dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Lima Wajah UKRI, Senin 29 November 2021.
 
Kendala yang dihadapi dalam acara monolog ini kata dia, fasilitas kampus UKRI yang belum memadai untuk melaksanakan teater, karena kampus ini bukan kampus seni.
 
"Fasiltias tuh, emang kurang, jadi menghambat dalam proses penampilannya ataupun sebelum penampilannya, kayak menunjang pementasan dan lainnya," ucapnya.
 
 
Dia berharap, semoga orang-orang teater, baik di kampus UKRI maupun diluar kampus UKRI melaksanakan proses pembelajaran tentang dunia teater. Untuk menuju proses tersebut, mereka akan melibatkan pementasan, dan pementasan ini puncaknya.
 
"Teater itu ilmu hidup dan semoga aja teater itu menjadi salah satu jalan menuju 'Tuhan' mendekatkan diri kepada Tuhan," ucapnya.
 
Sebagai catatan, UKM Teater Lima Wajah merupakan sebuah sarana bagi mahasiswanya untuk menyampaikan aspirasi-aspirasinya yang kemudian diolah menjadi sebuah karya dalam seni teater yang dapat dinikmati banyak orang.
 
 
Organisasi ini mengajarkan banyak hal kepada mereka yang terlibat di dalamnya. Seperti sikap saling menghargai, bertukar informasi, disiplin waktu, berosialisasi dan ilmu-ilmu lainnya merupakan pembelajaran yang sangat penting bagi seorang mahasiswa yang mungkin saja tidak mereka dapatkan di bangku perkuliahan.*** (Okky Adiana)
 


Editor : inilahkoran