Mahasiswa Unpad Jadi Salah Satu Finalis Pilmapres 2019

Namanya Annisa Dewi Nugrahani. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) ini terpilih menjadi salah satu finalis Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) 2019 yang digelar Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Mahasiswa Unpad Jadi Salah Satu Finalis Pilmapres 2019
istimewa

INILAH, Bandung - Namanya Annisa Dewi Nugrahani. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) ini terpilih menjadi salah satu finalis Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) 2019 yang digelar Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

“Alhamdulillah senang bisa mempertahankan gelar Unpad sebagai finalis Pilmapres nasional. Selain senang, saya juga mendapat tanggung jawab untuk memberikan yang terbaik bagi Unpad,” kata Annisa, Selasa (2/7/2019)

Dia menuturkan, keikutsertaanya di Pilmapres merupakan wujud dukungan dari seluruh pihak. Dia pun berharap dapat meningkatkan catatan prestasi di Pilmapres tingkat nasional.

“Harapannya saya bisa memberikan yang terbaik untuk Unpad dan juga orang-orang yang telah membantu. Semoga bisa lebih baik juga hasilnya dari tahun-tahun sebelumnya,” harap Annisa.

Annisa ditetapkan sebagai finalis pada program sarjana setelah lolos penilaian tahap awal dari tim juri. Selanjutnya, Annisa akan mengikuti penilaian tahap akhir yang akan diselenggarakan 23-26 Juli 2019 mendatang di Bogor, Jawa Barat.

Untuk dapat berlaga di tingkat nasional, Annisa kini tengah melakukan serangkaian persiapan. Selain berlatih mempresentasikan karya ilmiahnya, Annisa juga terus menambah wawasannya terkait berbagai isu terkini.

Annisa terpilih menjadi finalis atas karya imiahnya berjudul “Metode Diagnostik Tuberkulosis dan Resistensinya Melalui Fitur Sensor Kolorimetri Berbasis Nanopartikel Emas Terintegrasi M-Health.” Dalam penelitiannya, Annisa mengusulkan metode diagnostik tuberkulosis yang lebih cepat, praktis, dan akurat.

“Saya mengusulan untuk mendeteksi tuberkulosis dengan sensor kolorimetri,” ungkap Annisa.

Selain dapat mendeteksi tuberkulosis dengan cepat, diharapkan metode yang diusulkan Annisa juga dapat mendeteksi secara akurat penderita tuberkulosis yang disertai dengan resistan obat. Dengan demikian, penanganannya pun akan lebih tepat.

“Jadi tujuannya itu untuk mempercepat diagnostik secara lebih praktis dan akurat, yang harapannya nanti masyarakat yang terduga tuberkulosis itu bisa ditangani lebih cepat dengan pengobatan yang efektif sesuai diagnosisnya,” kata Annisa.

Metode yang ditawarkan Annisa pun diharapkan dapat terintegrasi dengan sebuah aplikasi digital yang dapat menghasilkan data secara lebih detail.

“Di software itu kita upload foto, nanti dengan otomatis software itu bisa menganalisis berapa banyak kuman TB-nya, apakah ada resistensi atau tidak, nah hasilnya ini nanti bisa dilaporkan kepada pasiennya atau bisa disimpan juga untuk penelitian lebih lanjut,” tambahnya. (Okky Adiana)


Editor : Doni Ramdhani