Makna di Balik Pin 'ICE OUT' yang Meriahkan Rec Carpet Grammy Awards 2026
Beberwpa selebriti dan musisis mengenakan pin 'ICE OUT' saat hadiri red carpet Grammy Awards.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pada 2 Februari 2026 kemarin, ajang penghargaan musik bergengsi Grammy Awards 2026, telah sukses digelar.
Namun saat ini pin berwarna hitam-putih bertuliskan 'ICE OUT' yang dipakai sejumlah musisi saat hadiri Grammy Awards 2026, berhasil menarik perhatian.
Saat acara red carpet Grammy Awards 2026 sejumlah musisih terlihat mengenakan pin 'ICE OUT' yang diswmatkan di pakaian mereka.
Sejumlah selebritas yang mengenakan pin 'ICE OUT' ini termasuk Billie Eilish, Justin dan Hailey Bieber, Finneas, Kehlani, serta penulis lagu Amy Allen.
Aksi para selebriti di red carpet ini merupakan bentuk perlawanan terhadap agen imigrasi federal menyusul pembunuhan Renée Good dan Alex Pretti di Minneapolis oleh anggota penegak hukum federal.
Peristiwa tersebut memicu protes nasional atas taktik yang digunakan oleh Imigrasi dan Bea Cukai serta Patroli Perbatasan.
“Aku benar-benar ingin mengatakan persetan dengan ICE OUT,” ujar Kehlani kepada THR di red carpet setelah mengatakan hal yang sama selama pidato penerimaannya di upacara pemutaran perdana.
Allen menggemakan sentimen penyanyi 'Nights Like This', mengatakan kepada THR bahwa penting untuk mengenakan pin 'ICE OUT', "karena malam ini jelas merupakan malam visibilitas besar, dan siapa pun yang memiliki kesempatan untuk menyebarkan berita dan menyampaikan pesan bahwa perubahan jelas perlu terjadi di negara ini dalam banyak hal."
"(Saya) hanya merasa perlu memakainya hari ini, dan saya harap saya melihat banyak orang lain juga memakainya hari ini," tambah Allen.
pin-pin tersebut merupakan bagian dari kampanye yang diselenggarakan oleh American Civil Liberties Union, Maremoto, National Domestic Workers Alliance, dan Working Families Power yang bermula dari ajang Golden Globes tetapi telah meluas dalam beberapa minggu terakhir di tengah meningkatnya kesadaran akan penegakan hukum imigrasi.
Ide untuk pin 'ICE OUT' tersebut muncul sekitar 36 jam sebelum acara Globes pada 11 Januari, menurut direktur strategi Working Families Power, Nelini Stamp.
Good telah ditembak oleh petugas ICE beberapa hari sebelumnya, dan sekelompok aktivis menyadari bahwa mereka memiliki beberapa kenalan di Hollywood, seperti nomine akting Mark Ruffalo, yang akan terbuka untuk menyampaikan pernyataan.
Di luar red carpet, Billie Eilish menyempatkan diri saat menerima Grammy Awards untuk kategori Lagu Terbaik Tahun Ini untuk membahas situasi politik yang sedang berlangsung.
“Meskipun saya merasa sangat bersyukur, jujur saja saya merasa tidak perlu mengatakan apa pun, tetapi tidak ada seorang pun yang ilegal di tanah yang dicuri…," kata Billie Eilish.
"Sangat sulit untuk mengetahui apa yang harus dikatakan dan apa yang harus dilakukan saat ini, dan saya merasa sangat optimis di ruangan ini,” tambah penyanyi 'Wildflower' itu.
“Suara kita benar-benar penting dan orang-orang itu penting,” lanjutnya. “Persetan dengan ICE,” tambahnya, dengan dua kata terakhir disensor dalam siaran CBS.
Meskipun Bad Bunny tidak mengenakan pin 'ICE OUT' tersebut di red carpet, dia mengulangi pesan tersebut dalam pidato penerimaannya untuk album música urbana terbaik.
“Sebelum saya mengucapkan terima kasih kepada Tuhan, saya akan mengatakan ICE OUT,” ujarnya memulai.
“Kita bukan orang biadab, kita bukan binatang, kita bukan alien, kita adalah manusia dan kita adalah orang Amerika,” lanjut Bad Bunny.
“Kebencian menjadi lebih kuat dengan lebih banyak kebencian. Satu-satunya hal yang lebih kuat dari kebencian adalah cinta. Jadi kita harus berbeda. Jika kita berjuang, kita harus melakukannya dengan cinta."
"Kita tidak membenci mereka. Kita mencintai orang-orang kita. Kita mencintai keluarga kita, dan itulah cara untuk melakukannya dengan cinta. Jangan lupakan itu, tolong. Terima kasih,” tutupnya.
Organisasi-organisasi yang berafiliasi dengan kampanye tersebut menghubungi kenalan-kenalan selebriti mereka dan akhirnya Ruffalo, Ariana Grande, Jean Smart, Natasha Lyonne, dan Wanda Sykes mengenakan pin tersebut di acara tersebut.
“Tujuan kami adalah, jika orang-orang yang berkuasa tidak akan melakukan apa pun tentang hal ini, kita perlu memastikan bahwa setiap acara budaya, orang-orang melihat pesan 'ICE OUT' dan 'BE GOOD'," kata Stamp.
pin tersebut muncul kembali di Festival Film Sundance dan Resonator Awards setelah Pretti ditembak dan dibunuh oleh agen federal pada 24 Januari.
Olivia Wilde, Natalie Portman, dan Zoey Deutch mengenakannya selama penampilan pers di Park City pada akhir pekan yang sama, sementara musisi Olivia Rodrigo dan Dave Grohl memakainya di upacara Grammys Week pada 27 Januari.
Stamp selalu fokus pada Grammy secara khusus. “Musik telah digunakan sejak lama di negara kita sebagai bentuk perlawanan, oposisi, protes, untuk mengekspresikan kengerian yang telah dialami orang-orang,” jelasnya.
Hal itu terutama terjadi selama masa jabatan kedua Donald Trump sebagai presiden, karena para musisi termasuk Sabrina Carpenter dan Olivia Rodrigo serta band Semisonic telah menyuarakan protes terhadap penggunaan lagu-lagu mereka dalam unggahan media sosial tentang kebijakan imigrasi pemerintahannya.
pin 'BE GOOD' dan 'ICE OUT' mengikuti tradisi aksesori red carpet sebelumnya yang dikenakan oleh selebriti untuk mendukung inisiatif Time's Up atau partisipasi pemilih di AS.***
Editor : Irma Nurfajri

