Malisic-Ezechiel Bersaing Jadi Top Skorer, Kartu Kining
Ezechiel N'Douassel kini memiliki saingan baru dalam membela Persib Bandung. Adalah Bojan Malisic.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Ezechiel N'Douassel kini memiliki saingan baru dalam membela Persib Bandung. Adalah Bojan Malisic.
Tentu saingan ini bukan soal jumlah gol yang telah ditorehkan keduanya, namun persaingan terjadi pada jumlah kartu kuning yang didapat.
Baru melakoni sembilan pertandingan, keduanya sama-sama sudah mengoleksi lima kartu. Ezechiel lima kartu kuning dan Bojan empat kartu kuning serta satu kartu merah.
Perolehan ini tentunya sangat buruk bagi Bojan Malisic bila dibandingkan musim sebelumnya. Tepatnya di musim 2018 lalu, bek asal Serbia ini hanya mengoleksi lima kartu kuning dari 26 pertandingan dilakoninya.
Pemain yang akrab disapa Mali ini beralasan kartu kuning yang didapatkan di musim ini secara keseluruhan bukan karena kesalahannya, melainkan karena ulah wasit pertandingan yang dengan mudah mengeluarkan kartu.
"Saya tidak bisa berbicara apapun soal dia (wasit) seperti yang sudah saya katakan waktu itu setelah pertandingan. Saya harus melupakan apa yang terjadi di pertandingan itu, mereka melakukan banyak kesalahan sepanjang tahun dan jika terus memikirkan itu, kamu bisa masuk rumah sakit jiwa," ungkap Mali.
Pemilik nomor punggung 4 ini kini hanya ingin fokus pada diri sendiri karena memiliki keinginan kuat untuk bisa berkontribusi yang positif untuk tim. Terlebih sejauh ini Persib memiliki perbedaan tujuh poin dengan Tira Persikabo yang merupakan pemuncak klasemen sementara Liga 1 2019.
"Saya hanya fokus pada bagaimana saya bermain, bagaimana tim saya bermain dan saya tidak peduli dengan kinerja wasit. Saya melakukan pekerjaan saya dan dia melakukan pekerjaannya," katanya.
Mali mengaku sudah cukup gerah dengan kinerja wasit Indonesia yang tidak banyak melakukan perubahan kearah yang lebih baik. Bahkan kinerjanya hampir sama dengan musim-musim sebelumnya.
"Bahkan ketika kamu tidak mengucapkan kata kasar, dia bisa saja memberikan kartu kuning atau kartu merah. Kamu tidak bisa mengubahnya dan mereka juga tidak mau berubah dan penting untuk fokus ke laga berikutnya," tegasnya. (Muhammad Ginanjar)
Editor : Bsafaat

