Mantan Ketua BEM SI Jabar Menilai Aksi Mahasiswa Kurang Efektif
Mantan Ketua Bem Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Barat, Fauzan Irvan menilai aksi unjuk rasa dari berbagai daerah di Indonesia terkait penolakan UU KPK dan RUU KUHP dinilai kurang efektif. Salah satunya ketidakjelasan target politik atau substansi pokok tuntutan aksi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Mantan Ketua Bem Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Barat, Fauzan Irvan menilai aksi unjuk rasa dari berbagai daerah di Indonesia terkait penolakan UU KPK dan RUU KUHP dinilai kurang efektif. Salah satunya ketidakjelasan target politik atau substansi pokok tuntutan aksi.
Hal itu disampaikan, Fauzan saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (8/10/2019).
"Aksinya atau setting aksinya harus jelas di awal apa target politiknya, kemudian bagaimana konsolidasi massa dan juga isunya, itu yang paling penting, sehingga mereka melakukan aksi atas kesadaran isunya, bukan atas dasar euforia semata," ucapnya.
Kendati demikian, Fauzan mengungkapkan, aksi-aksi sebelumnya dinilai, merupakan sebuah ajang konsolidasi gerakan mahasiswa atau ajang gerakan bersatunya mahasiswa.
"Kita perlu apresiasi, tapi dalam bab narasi, argumen, dan partisipasi publik ini harus diperkuat lagi, sehingga nafas gerakan akan panjang," ujarnya.
Sementara itu, Pengurus Besar Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI), Acep Jamaludin menyebutkan aksi mahasiswa kemarin ini cenderung reaksionel yang menyebabkan anarkisme terjadi.
"Ke depannya, bagaimana teman-teman masuk ke depannya dalam berbicara permasalahan aksi ini harus manajemen aksi dan settingan aksinya harus serius dan benar-benar tertata rapi," ungkap dia saat dihubungi di waktu yang sama.
Ia harap juga kedepannya mahasiswa yang akan unjuk rasa agar bisa mengkaji dan mengarahkan isu yang substansial.
"Tindakan yang selanjutnya bagi saya itu harus dilakukan gerakan kembali tapi isunya lebih substansial," pungkasnya. (Ridwan Abdul Malik)
![]()
Editor : Bsafaat

